Digelar November Ini, Bekudo Bono Surfing akan Tonjolkan Kultur Aslinya

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 24 Oktober 2023 | 21:34 WIB
Bono Surfing di Sungai Kampar, Desa Teluk Maranti, Kabupaten Pelalawan, Riau (Foto Dispar Riau)
Bono Surfing di Sungai Kampar, Desa Teluk Maranti, Kabupaten Pelalawan, Riau (Foto Dispar Riau)

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Bono Surfing atau dikenal dengan Bekudo Bono di Sungai Kampar, Teluk Meranti, akan kembali digelar pada akhir November 2023.

Bekudo Bono atau Bono Surfing biasanya memang diadakan pada bulan Oktober atau November, saat Ombak Bono mencapai puncaknya.

Sedangkan, prediksi puncak Ombak Bono tahun ini adalah antara 27 November hingga 1 Desember. Ini pas untuk Bekudo Bono.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan, Dodi Asma Saputra SSTP mengatakan Bekudo Bono akan difokuskan di Teluk Meranti saja.

Acara ini akan lebih menonjolkan peselancar lokal, namun juga akan mengundang peselancar dari luar negeri.

Namun, untuk kehadiran peselancar internasional masih menunggu tanggal pasti dari pihak penyelenggara.

"Rencananya Bono Surfing akan kami gelar pada akhir November seperti sebelumnya. Dan tahun ini akan lebih menekankan pada Bekudo Bono untuk menonjolkan kultur aslinya," ungkap Dodi, Selasa (24/10/2023).

Untuk diketahui, Bekudo Bono selalu menarik perhatian peselancar dari seluruh dunia, termasuk James Cotton, Roger Gamble, dan Zig Van Der Sluys dari Australia.

Pada tahun 2016, ketiga peselancar asal Australia ini mencatatkan rekor surfing dengan mengatasi gelombang Bono sejauh 17,2 kilometer di Sungai Kampar, menciptakan rekor dunia untuk berselancar terpanjang.

Puncak bono atau gelombang tertinggi biasanya dapat diprediksi berdasarkan kalender bulan purnama atau kalender tarikh qomariyah.

Keunikan dari Bono Surfing terletak pada arah ombak yang berlawanan dengan arus sungai, menghasilkan tekanan yang kuat.

Berbeda dengan ombak besar di laut, tinggi Ombak Bono bisa mencapai 6 meter, membentang sekitar 300 meter, dengan kecepatan mencapai 40 km per jam.

Suara gemuruh gelombangnya memacu adrenalin.

Fenomena alam langka ini di Sungai Kampar terjadi karena pertemuan arus pasang laut dengan arus sungai.

Pada tahun 2022, peselancar dari berbagai belahan dunia berkumpul di lokasi bono, termasuk dari Rusia, Singapura, Inggris, Australia, Portugal, Austria, Jerman, dan negara lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X