Operasi Seroja juga dikenal sebagai Invasi Indonesia ke Timor Timur atau Perang Timor Timur, dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Ketika itu, militer Indonesia masuk ke Timor Timur dengan dalih anti-kolonialisme dan anti-komunisme untuk menggulingkan rezim Fretilin.
“Operasi ini kita lakukan juga sebagai gerak cepat atas mewaspadai bahwa paham komunisme bisa menyebar ke wilayah Indonesia, tentu kita tidak mau. Untungnya kita mampu mengatasinya. Namun, setelah operasi seroja tersebut ada saja berbagai konflik di sana. Sehingga, melalui jalur referendum Timor Timur memisahkan diri dari NKRI,” pungkasnya.
Plt Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn), H Edy Natar Nasution mengatakan, momentum Hari Pahlawan menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan sebagai pemimpin saat ini, kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan NKRI di masa silam. Dengan begitu, sudah seharusnya penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada para pejuang.
“Tentu ini wujud dari rasa syukur kita kepada bangsa dan negara ini, sekaligus juga penghormatan kita kepada para pahlawan yang sudah melakukan perjuangan sebelumnya,” kata Plt Gubri Jumat (10/11/2023) usai ziarah di Taman Makam Pahlawan, Kusuma Dharma, Pekanbaru, Riau.
Artikel Terkait
NKRI Lahir Dari Perjuangan Keras Para Pahlawan, Ini Pesan Plt Gubri saat Upacara Peringatan 10 November
Hari Pahlawan Nasional, Cak Imin Ziarah ke Makam Pahlawan
Sultan Keempat Kerajaan Indragiri, Raja Narasinga II Sang Pahlawan dari Indragiri Penakluk Portugis