RIAUMAKMUR.COM - Anggota Polsek Langgam mengamankan seorang sopir inisial KH (21) yang menabrak seorang tunanetra dan temannya di jembatan Sungai Kampar Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Korban jatuh ke sungai dan tewas.
Kedua korban yakni Indra Didi seorang tunanetra dan temannya yang memandu, M Husein (48). Mereka berdua sehari-hari mencari nafkah sebagai pengamen.
Kapolsek Langgam Iptu Alferdo Krisnanta Kaban mengatakan KH sempat melarikan diri setelah melakukan aksi tabrak lari, hingga menewaskan dua warga di Langgam.
"Pelaku KH kami amankan dengan cara pendekatan secara persuasif. KH ini pelaku tabrak lari yang mengakibarkan 2 korban meninggal dunia dan 1 luka-luka," ujar Iptu Alferdo saat dikonfirmasi Media Center Riau Selasa (14/11/2023).
Edo menjelaskan usai kejadian penabrakan itu anggota Polsek Langgam mencari pemilik truk BM BB 8473 DC. Setelah menemukan pemilik mobil Rianto Sihombing, polisi meminta agar dia menghubungi sopir itu untuk menyerahkan diri.
Ternyata KH melarikan diri ke wilayah Berastagi, Sumatera Utara. Lalu Rianto meminta KH untuk datang ke Pelalawan menyelesaikan kasus tabrak lari itu.
Berkat pendekatan persuasif yang dilakukan Polsek Langgam, akhirnya KH datang ke Pelalawan bertemu dengan Rianto. Saat itulah polisi juga datang dan membawanya ke Polsek Langgam.
"Pelaku masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, untuk proses hukum lanjutan," ucap Edo.
Edo menerangkan kasus itu berawal saat KH menabrak dua sepeda motor Honda Scopy dan Suzuki Smash. Dia mengemudikan truk BM 8473 DC menabrak 2 sepeda motor sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (3/11/2023) lalu.
"KH menggunakan lajur kanan dan mendahului kendaraan yang berada di depannya. Lalu dari arah berlawanan ternyata ada Honda Scopy dan Suzuki Smash dengan kecepatan tinggi," jelasnya.
Akhirnya kecelakaan tidak terhindarkan dan mengakibatkan satu pengendara motor bernama Husein meninggal dunia. Korban lainnya bernama Indra Didi, terlempar ke dalam Sungai Kampar dan sempat dinyatakan hilang.
Tim Satuan Polair Polres Pelalawan yang dipimpin AKP Ade Santoso bersama Iptu Alferdo melakukan pencarian di sepanjang sungai. Bahkan, Tim SAR Gabungan juga dikerahkan. Dua hari kemudian jasad Indra Didi ditemukan tewas mengapung di sungai. ***
Artikel Terkait
Update Terbaru, Polisi Sebut Korban Meninggal Kecelakaan Bus Wisata Guci Bertambah Jadi 2 Orang
Pengemudi Becak Tewas Akibat Kecelakaan di Siak Hulu Kampar
Kecelakaan Kerja, 3 Pekerja PT EFK Mitra PHR Alami Luka Bakar, Disnakertrans Riau Lakukan Investigasi
Ungkapan Menyentuh Marc Marquez Usai Kecelakaan di Balapan Moto GP Sirkuit Mugello Italia
Bus Lorena Kecelakaan Tunggal di Inhu, Ini penjelasan Polisi
Cegah Kecelakaan, Iniloh Blind Spot Truk Tonase Besar yang Harus Dihindari
Seorang Mahasiswa UNRI Hendak Kukerta Alami Kecelakaan di Kampar, Motor Hilang Kendali di Penurunan
Rawan Kecelakaan, Dishub Riau Akan Pasang Rambu Peringatan di Jalan Menuju Desa Muara Selaya
Kurangi Angka Kecelakaan, Ketahui Pentingnya Fungsi Minyak Rem Sepeda Motor
Kemenag: Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jamaah Haji 1444 H Ditransfer Bertahap
Disnakertrans Riau Investigasi Penyebab Buruh PT PAS Kecelakaan Kerja Tersiram Air Rebusan Sawit
Satu Pekerja PT PAS Inhu yang Kecelakaan Kerja Tersiram Air Rebusan Sawit Dinyatakan Meninggal Dunia
Tim Investigasi Disnaker Riau Ungkap Kronologi Kecelakaan Karyawan Tersiram Air Rebusan Sawit
Kecelakaan Maut di Tol Bawen, Rem Truk Blong dan Tabrak Kendaraan Beruntun, 4 Tewas
Waspada Kecelakaan! PHR Edukasi Pelajar di Minas Berkendara Aman dan Selamat
Kabar Duka, Mobil Protokoler Gubri Syamsuar Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Dayun Perawang, 1 Meninggal Dunia
Brad Binder Minta Maaf Sudah Sebabkan Luca Marini Kecelakaan dan Miguel Oliviera Keluar Lintasan
Kecelakaan Tunggal Akibat Pecah Ban di Tol Pekanbaru - Dumai, Empat Penumpang Pajero Luka-luka
Tekan Angka Kecelakaan, Tol Pekanbaru - Dumai Dipasangi ETLE, Kamera Tilang Elektronik
Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru - Dumai, Dua Penumpang Meninggal Dunia