RIAUMAKMUR.COM - Permasalahan tengkes atau stunting tidak bisa hanya dikerjakan oleh pihak pemerintah saja. Namun, butuh sinergi semua pihak agar prevalensi tengkes bisa ditekan.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, Provinsi Riau telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 22,3 persen menjadi 17 persen.
Yang mana Presiden RI, Joko Widodo menargetkan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen.
Untuk itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau, Suti Mulyati Edy mengimbau para kader PKK yang ada di Provinsi Riau untuk mengambil bagian agar angka tengkes di Riau bisa mencapai target yang telah ditentukan.
Apalagi, program percepatan penurunan tengkes merupakan salah satu program yang menjadi prioritas nasional pemerintah daerah. Selain itu juga merupakan program kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Riau.
"Untuk mengatasi masalah stunting diperlukan sinergi seluruh pihak dan lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, media massa, hingga masyarakat baik secara langsung ataupun perorangan, tidak terkecuali Tim Penggerak PKK," ujar Suti, Senin (5/2) saat menggelar Rapat Koordinasi (rakor) dalam rangka percepatan penurunan prevalensi tengkes di Pekanbaru.
Tengkes, kata Suti Mulyati, merupakan ancaman terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal itu dampak dari terganggunya pertumbuhan otak dan perkembangan metabolisme tubuh di dalam jangka panjang.
Ia mengaku, komitmen PKK untuk membantu pemerintah dalam upaya penurunan prevalensi angka tengkes tidak diragukan lagi. Melalui kader-kader PKK sebagai penggerak di tengah-tengah masyarakat, Suti Mulyati mengharapkan agar dapat membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting di Bumi Lancang Kuning.
"Kami juga mengharapkan peran ibu atau ketua Tim Penggerak PKK sebagai wakil ketua tim percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing agar terus melaksanakan program kerja dalam upaya penurunan stunting, sehingga tujuan keluarga sejahtera dapat terwujud," harapnya.
Artikel Terkait
BKKBN Riau Minta Intervensi Asupan Gizi Anak Stunting Gunakan Produk Lokal
Kodim 0313/KPR Turut Serta Menjadi Bapak Asuh Anak Stunting
Dukung Generasi Bangsa Kuat, PHR Bekerjasama Kabupaten Kampar Turunkan Stunting
Riau Terima Penghargaan Prestisius dari BKKBN RI atas Upaya Penurunan Stunting
Kadispora Pekanbaru Rutin Salurkan Bantuan Pangan Bagi Anak Asuh Stunting
Kabupaten Kampar Minta Baznas Kampar Dukung Program Stunting dan Kemiskinan
Presiden Jokowi Apresiasi Penurunan Stunting di Provinsi Bengkulu
Dipercaya Bisa Atasi Stunting, Gubernur Syamsuar dan Menkes Tanam Tumbuhan Kelor di Pelalawan
Sempena HDKD 78 Kemenkumham Riau Gelar Baksos Pengentasan Stunting
RAPP Terima Penghargaan Perusahaan Peduli Stunting