RIAUMAKMUR.COM - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dr Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi terhadap upaya Tim Percepatan Penurunan Stunting dalam rangka menurunkan stunting di Provinsi Riau.
Hasto Wardoyo mengaku langkah penurunan stunting di Riau dan Kampar khususnya sangat nyata dan luar biasa, karena adanya kerja sama dan gotong royong dari semua pihak.
"Karena penurunan stunting yang nyata di Provinsi Riau ini luar biasa. Bahkan di Kabupaten Kampar ini sangat luar biasa," ucapnya.
Baca Juga: Pj Gubri Hadiri Rakor Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang HBKN 2024
Kepala BKKBN RI tersebut mengungkapkan, Presiden Jokowi mentargetkan akhir 2024 angka stunting harus mencapai target 14 persen. Namun menariknya, di Kabupaten Kampar jangankan akhir 2024, akhir 2022 lalu sudah mencapai 14 persen.
Sehingga menurutnya, kerja keras dan upaya yang dilakukan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar ini sungguh luar biasa.
"Tentu berkat dukungan yang digerakkan oleh Pak Bupati dan Pak Sekda, saya melihat Pak Sekda sejak beberapa waktu yang lalu beberapa tahun yang lalu sudah menggerakkan juga mitra-mitra. Saya terima kasih sekali kepada para mitra," terangnya.
Baca Juga: Pakar Teknik Yakin SF Hariyanto Bisa Tuntaskan Persoalan Kerusakan Jalan di Pekanbaru
Hasto Wardoyo menyebutkan, pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka upaya mendorong penurunan stunting di Indonesia.
Namun dia melihat gotong royong yang sangat luar biasa dalam penurunan stunting di Riau dan Kabupaten Kampar ini sangat serius sekali dan bisa dijadikan contoh bagi daerah lainnya.
Bahkan sebutnya, tidak hanya pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha di Riau juga dinilai sangat kompak dalam upaya penurunan stunting tersebut.
"Keliling ke seluruh Indonesia ini yang ngeroyoknya stunting itu seperti di Kampar saya belum melihat, di Kampar ini ngeroyok stunting nya serius sekali, semua memberikan dukungan. Nah inilah saya kira gotong royong sudah diamalkan di Kampar dengan baik, saya terima kasih dan ini bisa dilanjutkan untuk ke depan harus kita pertahankan," katanya.
Kepala BKKBN Pusat itu menambahkan, zero stunting yang diharapkan Kabupaten Kampar merupakan slogan yang bagus, karena di Kampar ini bercita-cita untuk menurunkan stunting dan penurunan ekstrem.
Sehingga sebutnya, Provinsi Riau dengan jumlah penduduk enam juta lebih dia yakin tidak terlalu berat dalam penurunan stunting ini. Sebab kerja sama yang luar biasa dari semua pihak sudah diterapkan dengan baik.
"Jumlah tim pendamping keluarga kita banyak untuk mendampingi orang hamil, nikah dan resiko tinggi stunting. Saya yakin cukuplah, dan anggaran yang diberikan walaupun tidak besar tapi bisa menurunkan stunting, karena gorong royong. Saya harap anggaran yang ada dapat diserap dengan baik," tutupnya.
Artikel Terkait
Optimis Tahun Ini Tidak Ada Lagi Stunting Tengkes di Pekanbaru
Rapat Persiapan Gebyar Audit Kasus Stunting Tingkat Provinsi Riau di Kampar,Ini yang Disampaikan Kadiskes
Pj Bupati Kampar Rapat Bahas Gebyar Audit Kasus Stunting
TP PKK Kampar Launching Program Intervensi Pemenuhan Gizi Lewat Bapak Asuh Anak Stunting
Pemerintah Kabupaten Kampar Mempersiapkan Acara Audit Kasus Stunting
Pemkab Kampar Gesa Penanganan Stunting Lewat Program Bapak Asuh Anak Stunting, Targetkan Juni Anak Stunting di Kampar Miliki Bapak Asuh
Pemkab Kampar Melakukan Rapat Kordinasi Penanganan Stunting
Pj Ketua TP PKK Kampar Adakan Rapat Bahas Persiapan Acara Gebyar Audit Kasus Stunting
Pemerintah Kampar Meluncurkan Program BAAS di Kecamatan Tapung, Atasi Stunting
Stop Stunting di Gianyar, Bali United - Little Joy Peduli Gizi Balita, Bagikan Belasan Ribu Produk Sehat!