RIAUMAKMUR.COM- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menekan inflasi komoditas perikanan hingga mencapai 2,61 persen atau di bawah target inflasi yang ditetapkan pemerintah sebesar 3+1 persen di 2023.
Pengendalian inflasi komoditas perikanan, ditunjukkan dengan fluktuasi harga ikan yang cenderung stabil juga terjadi di Ramadan dan Idulfitri serta momen pergantian tahun.
"Pada 2023 ikan tidak termasuk komoditas penyumbang inflasi, itu ditunjukkan dengan fluktuasi harga ikan stabil setiap bulan," terang Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo dalam siaran pers yang diterima pada Senin (18/3/2024).
Baca Juga: KKP Kerjasama SnackVideo Untuk Kembangkan Promosi Hasil Kelautan dan Perikanan
Sementara di 2024 target inflasi 2,5+1 persen atau 3,5 persen. Budi mengatakan setiap kementerian/lembaga harus membuat kebijakan untuk pengendalian inflasi agar bisa dibawah 3,5 persen guna menjaga daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dia pun optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat pengendalian inflasi komoditas perikanan 2023 menjadi yang terendah sejak 2000.
"Baru 2023 ini terendah inflasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya jika kita mengabaikan tahun pandemi 2020-2021," urai Budi.
Budi memastikan jajarannya juga sudah menyiapkan program pengendalian inflasi 2024. Dimulai dengan keterjangkauan harga ikan melalui program penguatan stabilisasi dan pengawasan harga maupun stok bahan pokok.
Kemudian ketersediaan pasokan yang dilakukan dengan beragam kegiatan seperti penguatan sarana dan prasarana pengolahan dan penyimpanan produk pangan dan perikanan.
"Kita lakukan juga penguatan kelembagaan, peningkatan pemenuhan pembiayaan dan perlindungan usaha perikanan," tutur Budi.
Baca Juga: KKP Perketat Aturan Pemanfaatan Pulau Kecil Indonesia, Batasi Penguasaan Secara Utuh
Dalam kesempatan ini Budi mengajak masyarakat untuk menggunakan ikan sebagai asupan protein selama berpuasa. Selain menyehatkan, harganya stabil dan stok yang tercukupi, ikan juga mudah diolah jadi beragam menu, baik kaki lima hingga bintang lima.
"Ikan bisa jadi menu sahur atau berbuka, mau yang biasa atau pun mewah juga bisa. Perpaduannya dengan rempah pasti menggugah selera dan menyehatkan," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peningkatan angka konsumsi ikan erat kaitannya dengan pemenuhan gizi masyarakat. Termasuk juga membantu kesejahteraan pelaku utama perikanan, seperti nelayan dan pembudidaya.
Artikel Terkait
Sukses Kembangkan Proklim, 6 Kampung Binaan PT KPI Unit Dumai Terima Penghargaan dari KLHK
Pemerintah Indonesia Susun Rancangan Pinjaman Pendidikan untuk Mahasiswa
KUR Penempatan PMI Dukung Calon Pekerja Migran Magang Luar Negeri
Otorita IKN Tunjukkan Konsistensi Pembangunan IKN di RDP Bersama Komisi II DPR RI
BI Siapkan Rp197,6 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2024
Gara-Gara Pernyataan Hyeri Ini, Netizen Korea Simpulkan Bahwa Ryu Junyeol dan Han Sohee Ternyata Benar-Benar Transit Love?
Pj Bupati Bantaeng Berharap Mutu Pelayanan di RSUD Banyorang Ditingkatkan
Kasdim 0721/Blora : Kembangkan Jati Diri Generasi Muda dengan Pemahaman Pancasila dan Wasbang
Kemenparekraf Kolaborasi Rilis Platform MICE.id
Kemenparekraf Kolaborasi Gelar Bundling Paket Wisata Kereta Api