Dukung Upaya Berkelanjutan, Nestle Indonesia dan BRGM Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove di Siak

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Kamis, 28 Maret 2024 | 15:19 WIB
Dukung Upaya Berkelanjutan, Nestlé Indonesia dan BRGM Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove di Siak
Dukung Upaya Berkelanjutan, Nestlé Indonesia dan BRGM Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove di Siak

RIAUMAKMUR.COM - Melanjutkan komitmen global Nestlé di bawah Nestlé Global Reforestation Program untuk menanam 200 juta pohon di seluruh dunia pada tahun 2030, Nestle Indonesia bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dalam mendukung percepatan rehabilitasi mangrove.

Kerja sama ini merupakan bagian dari prioritas strategi nasional yang menargetkan rehabilitasi lahan mangrove seluas 600.000 hektar di seluruh Indonesia sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Bersama dengan pemerintah, Nestle menargetkan untuk menanam dan memastikan pertumbuhan 30.000 pohon mangrove di area seluas 4 hektar di Desa Rawa Mekar Jaya secara bertahap hingga April 2026.

Baca Juga: Rencana Alihfungsi Lahan Mangrove Batal, DPRD Riau: Kalau Ini Dilanjutkan, yang Lain Akan Ngikut

Sejak 1971, Nestle Indonesia selalu berupaya menciptakan manfaat bersama untuk individu dan keluarga, masyarakat, serta bumi.

Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Samer Chedid menyampaikan upaya Nestlé Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar dalam pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon mangrove melalui program reforestasi.

Selama lebih dari 50 tahun, Nestle Indonesia telah mendukung banyak inisiatif di sepanjang rantai usaha mereka. Salah satunya adalah bagaimana kami dapat berkontribusi untuk melakukan mitigasi perubahan iklim yang sejalan dengan ambisi global untuk penanaman 200 juta pohon di seluruh dunia pada tahun 2030.

Baca Juga: Implementasi Sinergi Bagi Negeri, Capella Honda Tanam 2.000 Pohon Mangrove

Melalui kerja sama dengan BRGM, Nestle Indonesia akan melakukan program reforestasi yang pertama dengan menanam dan memastikan pertumbuhan 30.000 pohon mangrove di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

"Kami percaya guna membantu, melindungi, memperbarui, dan memulihkan lingkungan, diperlukan adanya kolaborasi untuk saling mendukung dan mengambil peran, baik dari masyarakat maupun lintas pemangku kepentingan," kata Samer Chedid, Kamis (28/3/2024).

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam mengurangi emisi karbon, dengan menjadi salah satu negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

Baca Juga: Didanai World Bank, Riau Jadi Provinsi Percontohan Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Didukung dengan laporan Global Carbon Project, Indonesia menghasilkan emisi karbon sebesar 930 juta ton CO2 per tahun, yang berkontribusi sebesar 19,9% dari total emisi karbon dunia yaitu 4,67 miliar ton CO2 per tahun.

"Dalam upaya menurunkan angka emisi karbon di Indonesia, mangrove memiliki peran penting dalam perubahan iklim dengan kemampuannya yang dapat menyerap gas rumah kaca dengan efektivitas 3-5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan tanaman tropis lainnya," imbuhnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Indragiri Rokan, Irpana Nur mengungkap sejalan dengan target pemerintah untuk melestarikan ekosistem mangrove di Indonesia, pihaknya mengapresiasi PT Nestlé Indonesia yang telah mencanangkan penanaman 30.000 bibit pohon mangrove.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X