RIAUMAKMUR.COM- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menyelenggarakan webinar SAPA GTK yang saat ini memasuki episode ke-19.
Program Sapa GTK merupakan agenda webinar yang ditujukan untuk membahas isu-isu terkini terkait program utama maupun pendukung di lingkungan Ditjen GTK.
Melalui program ini, Ditjen GTK membuka kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk mengikuti beasiswa nongelar micro credential. Tak hanya itu, guru dan tenaga kependidikan juga dapat mengetahui informasi penting dari program, seperti tata cara pendaftaran, kebermanfaatan beasiswa micro credential bagi guru. Selain itu, juga ada cerita pengalaman dari lulusan program beasiswa micro credential sebelumnya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan SPKLU Aman Layani Pemudik Lebaran 2024
Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Santi Ambarrukmi menyampaikan, program beasiswa nongelar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar.
Program yang bekerja sama dengan LPDP ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan telah diikuti oleh guru pada tingkat PAUD hingga SMA, termasuk SMK dan SLB. Adapun perguruan tinggi terbaik yang telah menjadi mitra dalam program ini, di antaranya Monash University, Columbia University, Ohio State University, Harvard University, dan masih banyak lagi.
“Selama program ini berlangsung, para guru mendapatkan pelatihan jangka pendek dengan topik materi yang sangat teknis dan spesifik, yakni bidang keilmuan yang sangat dibutuhkan untuk percepatan transformasi pendidik dalam Merdeka Belajar, seperti literasi dan numerasi,” ungkap Santi, dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga: Pemprov Riau Siagakan Alat Berat di Daerah Rawan Longsor saat Lebaran
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan tujuan kerja sama program beasiswa nongelar dengan universitas terbaik dunia adalah agar para guru dan tenaga kependidikan mendapatkan materi terbaik yang diberikan oleh pakar di bidang masing-masing dengan standar internasional.
Dengan begitu, para peserta akan mendapatkan pengalaman belajar dan mengajar yang dapat dikembangkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah atau instansinya masing-masing.
“Kami mengajak para guru dan tenaga kependidikan di penjuru Indonesia untuk mengikuti program ini dan memiliki komitmen yang besar dalam menjalankan program sampai selesai,” ungkap Dirjen Nunuk.
Dirjen Nunuk juga mengucapkan terima kasih kepada LPDP atas kerja sama yang baik dengan Kemendikbudristek sehingga beasiswa micro credential ini tetap dapat dilanjutkan.
“Apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada perguruan tinggi yang mendukung program ini, baik dari dalam maupun luar negeri, baik yang baru bermitra dengan kami tahun ini ataupun tahun-tahun sebelumnya ini,” tuturnya.
Baca Juga: Pelayanan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk Berjalan Lancar
Artikel Terkait
Lirik Lagu Tiada Gunung Yang Terlalu Tinggi, Biar Sampai Ke Bintang - Asmidar
Tekan Inflasi, Pemerintah Kabupaten Kampar Gencar Laksanakan Kegiatan GPM
Jelang Wajib Halal Oktober 2024, Kemenag Bengkalis Lakukan Pengawasan Terhadap Sertifikat dan Label
Film Dokumenter SUGA BTS Tayang April 2024, Rangkaian Konser Akhir Tur Dunia Min Yoongi
Pj Gubernur Riau SF Hariyanto Tinjau Posko Mudik Lebaran 2024
Pj Gubri Bersama Kapolda Riau Cek Tol Bangkinang-Tanjung Alai
Pelayanan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk Berjalan Lancar
Urang Galak jo Haratonyo, Baa Kok Kito nan Taluko, Lirik Lagu Fauzana Berjudul Kok Indak Labiah Bialah Samo Beserta Terjemahannya
Pemprov Riau Siagakan Alat Berat di Daerah Rawan Longsor saat Lebaran
Pemerintah Pastikan SPKLU Aman Layani Pemudik Lebaran 2024