RIAUMAKMUR.COM- Kementerian Agama terus melakukan pelatihan dan penguatan literasi digital bagi guru madrasah. Penguatan literasi ini penting agar Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) madrasah untuk dapat mengembangkan kultur digital di lembaga pendidikan.
Demikian sepenggal ungkapan yang dipaparkan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edy Oktafiandi saat memberikan Pembinaan dan Motivasi Literasi didepan 147 Guru PPPK Madrasah Se-Kota Padang.
Berlangsung di Aula Lt.2 Kementerian Agama Kota Padang Sabtu 20 April 2024 yang dihadiri juga oleh Kepala Seksi Pendidkan Madrasah Farhan Furqani, Ketua Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) Kota Padang H. Ramli dan jajarannya.
Baca Juga: Terbang Perdana 12 Mei, Kemenag Sumbar Matangkan Pemberangkatan Jemaah Haji
Dikatakan Edy Oktafiandi bahwasanya digitalisasi sudah menjadi tuntutan bahkan kebutuhan sehari-hari dan madrasah harus meyesuaikan ke arah tersebut. Sehingg penting pelatihan peningkatan literasi digital bagi GTK Madrasah.
“Untuk menjadi madrasah hebat bermartabat, kita harus membangun sistem digital yang kuat. Kita tidak bisa lagi bekerja hanya secara manual, pelan-pelan kita harus mulai mengarah pada penguatan digital culture,”ujar Edy menegaskan.
Pelatihan peningkatan literasi digital bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, merupakan langkah kontrit Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan kompetensi dan mutu madrasah.
Baca Juga: 146 Perantau Rembang Balik Jakarta Bareng Kemenag, Gratis!
Sehingga ke depan, madrasah dapat terus bersaing dan mampu menunjukan kualitasnya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan diperhitungkan baik ditingkat Kota, Provinsi, Nasaional maupun Internasional.
“Literasi digital pada madrasah akan memberikan penguatan pada kompetensi guru madrasah dengan tujuan utama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa,” imbuhnya.
Disamping itu, teknologi digital sangat memberikan peluang yang memungkinkan peserta didik di madrasah untuk mengekspresikan diri mereka sebagai konsumen dan produsen konten digital.
Baca Juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2024, Kemenag Bengkalis Lakukan Pengawasan Terhadap Sertifikat dan Label
Oleh sebab itu, guru memiliki peran penting dalam mengawal pemahaman literasi digital kepada peserta didik, pesan Edy.
Lebih jauh Edy menjelaskan bahwasanya sebagai pendidik, peran guru bukan sekedar melakukan transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga membentuk karakter siswa.
Karenanya, untuk dapat bertahan di era digital, seorang guru harus menguasai lima literasi, yaitu literasi membaca, menulis, numerasi, sains, dan sosial budaya, sambungnya.
Artikel Terkait
UMRI Kembali Juarai Proposal PKM Terbanyak Se-LLDIKTI Wilayah X
Festival Budaya Isen Mulang Digelar 17 Mei
Harap Semangat Kartini untuk Kemajuan Pendidikan Tetap Menyala di Sanubari Bangsa
Raker Komwil V Apeksi Regional Kalimantan Resmi digelar di Kota Banjarbaru
Tower Telkomsel On Air di Dua Desa Babat Supat, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Pj Bupati Muba
Jalankan Instruksi Pj Bupati Muba, Perusahaan di Jirak Jaya Gerak Cepat Perbaiki Jalan Rusak
10 Siswa MAS Ar Risalah Padang Lolos ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi Sumbar 2024
Berdasarkan SPAN - PTKIN, UIN Imam Bonjol Kampus Paling Diminati di Sumbar
Menelusuri Jejak Sejarah Batang Arau Melalui Buku "Bandar Padang Abad XVII-XVIII"
Pertamina Catat Konsumsi BBM Meningkat hingga 44 Persen di Sumbar Saat Idulfitri 2024