RIAUMAKMUR.COM - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan inovasi guna mempercepat kemandirian daerah.
"Secara ekonomi kita membutuhkan investasi tetapi dengan menggunakan modal yang melekat di kita yaitu pemikiran, kita dapat menggunakan inovasi kita untuk mempercepat kemandirian daerah," kata Yusharto melalui keterangan resmi, Sabtu (27/4/2024).
Hal itu disampaikan Yusharto, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (26/4/2024),
Baca Juga: Melalui Inovasi KEPITING EMAS Puskemas Awayan Turunkan Angka Stunting
Yusharto membeberkan, pihaknya telah berhasil menghimpun 28.539 inovasi pada tahun 2023. Dia berharap tahun 2024 partisipasi daerah dalam pelaporan inovasi semakin meningkat.
BSKDN juga memiliki aplikasi Tuxedovation yang memuat contoh-contoh inovasi dari berbagai daerah.
Yusharto mengatakan, pemda dapat mengakses aplikasi tersebut untuk menambah pengetahuan terkait inovasi.
Baca Juga: BPBD Balangan Sampaikan Materi Kebencanaan Sosialisasi Tanggap Bencana Desa Tarangan
Yusharto mengatakan, agar dapat dijadikan sebagai inovasi, proyek perubahan harus memenuhi sejumlah kriteria, yakni harus berasal dari ide kreatif peserta, berdasarkan isu terkini, memperoleh dukungan penuh dari atasan langsung hingga institusi, menjawab permasalahan organisasi dalam lingkup strategis, meningkatkan kinerja organisasi lebih adaptif, memberi keuntungan bagi organisasi, dan menunjukkan branding dari proyek perubahan.
Di sisi lain untuk memastikan adanya kebaruan dalam terobosan atau ide kreatif yang dicetuskan, setiap peserta PKN Tingkat II juga harus memahami sejumlah hal seperti apakah terobosan yang ditawarkan memiliki dampak positif, mampu memberi solusi, tidak melanggar sistem yang ada, hingga bersifat berkesinambungan.
Dia menegaskan, ke depan pihaknya juga akan menyempurnakan aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) agar setiap peserta PKN Tingkat II dapat menginput proyek perubahan sebagai inovasi pada aplikasi IID tersebut.
Baca Juga: Anak-Anak RA Nurul Huda Datangi Makodim 1001/HSU-BLG
"Namun, terlebih dahulu akan kami konfirmasi pada pemerintah daerah masing-masing, apakah proyek perubahan yang digagas oleh peserta ini akan dimasukkan dalam pengukuran IID atau ditunda terlebih dahulu untuk ditingkatkan kematangannya," katanya. ***
Artikel Terkait
Pangkoarmada II Pimpin Briefing Akhir Latihan Kepada Penyelenggara
Sukseskan Angkutan Laut Lebaran, Pemkab Sumenep Raih Penghargaan Kemenhub RI
Mantapkan Pengetahuan, Kemenag Sumenep Gelar Bimbingan Manasik Haji di seluruh Kecamatan
Pemeliharaan Monumen Pesawat OV-10 Bronco di Lapter Trunojoyo Sumenep Terus Dilakukan
Kendalikan Harga Pakan Ternak, Pemkab Nagan Raya Panen Perdana Jagung Hibrida di Lahan KIT
MTQ XXXII Kota Pontianak Diharapkan Hasilkan Peserta Berkualitas dan Berprestasi
Pemkot Pontianak Targetkan Prevalensi Stunting Turun ke 14 Persen sebelum Akhir 2024
Anak-Anak RA Nurul Huda Datangi Makodim 1001/HSU-BLG
BPBD Balangan Sampaikan Materi Kebencanaan Sosialisasi Tanggap Bencana Desa Tarangan
Melalui Inovasi KEPITING EMAS Puskemas Awayan Turunkan Angka Stunting