Pemkot Pontianak Targetkan Prevalensi Stunting Turun ke 14 Persen sebelum Akhir 2024

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Sabtu, 27 April 2024 | 18:25 WIB
Wali Kota Pontianak Ani Sofian beserta istri Anita Ani Sofian berfoto bersama | Foto : MC Kota Pontianak
Wali Kota Pontianak Ani Sofian beserta istri Anita Ani Sofian berfoto bersama | Foto : MC Kota Pontianak

RIAUMAKMUR.COM – Pemerintah Kota Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan sebelum akhir 2024 angka prevalensi stunting di kota itu turun di bawah target nasional yaitu hingga 14 persen.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian dalam keterangannya di Pontianak, Sabtu (27/4/2024) menyatakan optimistis target itu tercapai mengingat pada awal 2024 saja, angkanya sudah turun menjadi 16,7 persen dari yang awalnya 19,7 persen pada akhir 2023.

Tren positif tersebut kata Ani, tidak terlepas dari upaya dan kerja keras bersama yang telah dilakukan berbagai pihak, mulai dari masyarakat itu sendiri, kader posyandu, tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK), sampai bantuan pangan dari Pemkot Pontianak.

Baca Juga: MTQ XXXII Kota Pontianak Diharapkan Hasilkan Peserta Berkualitas dan Berprestasi

“Data stunting dari tahun ke tahun menunjukkan Kota Pontianak selalu dalam tren yang baik, selalu menurun. Pada akhir 2021 itu 24,4 persen, kemudian di akhir 2022 turun menjadi 19,7, dan di akhir 2023 kemarin 16,7 persen,” ungkap Ani Sofian, Sabtu (27/4/2024).

Padahal lanjut Ani, dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi di Kota Pontianak, berisiko terhadap penambahan jumlah balita stunting. Sebagai ibukota provinsi, tidak sedikit masyarakat di daerah lainnya di Kalbar yang berminat untuk mencari kerja, bahkan menetap di Kota Pontianak.

Tetapi yang justru terjadi adalah sebaliknya. Di tengah padatnya penduduk Kota Pontianak, angka stunting berhasil ditekan. 

Baca Juga: Kendalikan Harga Pakan Ternak, Pemkab Nagan Raya Panen Perdana Jagung Hibrida di Lahan KIT

“Atas kesuksesan kita bersama dalam menangani stunting, Pemkot Pontianak pernah dianugerahi penghargaan oleh BKKBN beberapa waktu lalu. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, yang tidak dapat disebutkan satu persatu,” ujar Ani.

Sejak awal dirinya menjabat, percepatan penurunan stunting memang jadi prioritas dan selalu digencarkan. Ani menyebut, pemerintah sangat serius dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045, sehingga harus segera dimulai sedini mungkin.

“Di masa mendatang, kita ingin anak-anak kita bekerja di posisi top management,” tuturnya.

Baca Juga: Pemeliharaan Monumen Pesawat OV-10 Bronco di Lapter Trunojoyo Sumenep Terus Dilakukan

Pemkot Pontianak terus berupaya menurunkan angka stunting sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 bahwa stunting pada balita harus diturunkan sampai dengan angka 14 persen pada 2024.

Ani menuturkan, sebagaimana RPJMN tersebut, Pemkot Pontianak menargetkan penurunan prevalensi stunting balita menjadi 14 persen di 2024 yang tertuang dalam RPJMD. Untuk mewujudkannya, berbagai langkah yang dilakukan pihaknya.

“Antara lain ditetapkannya Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 18 Tahun 2022 tentang percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Pontianak, penyusunan rencana aksi percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari implementasi aksi konvergensi penurunan stunting,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X