Perempuan Didorong Tingkatkan Pemanfaatan Teknologi AI

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 4 Mei 2024 | 07:00 WIB
Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam acara Talkshow dan Workshop Enhancing Women’s Digital Talent: Mastering Generative AI (Humas Kominfo
Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam acara Talkshow dan Workshop Enhancing Women’s Digital Talent: Mastering Generative AI (Humas Kominfo

RIAUMAKAMUR.COM - Perempuan didorong untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artfisial atau Artificial Intelligence (AI) agar dapat mengurangi ketimpangan gender yang masih terjadi sekaligus mendukung perecepatan transformasi digital nasional.

“Pemanfaatan AI dapat berdampak positif, khususnya apabila keterlibatan perempuan dapat ditingkatan. Perempuan mampu menghadirkan keberagaman dalam pemanfaatan AI melalui pengaturan algoritma yang tidak bias gender,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam keterangannya terkait Talkshow dan Workshop Enhancing Women’s Digital Talent: Mastering Generative AI secara virtual dari Jakarta, seperti dilansir pada Jumat (3/5/2024).

Menurut Budi Arie, pengembangan teknologi AI tingkat global belum sepenuhnya inklusif.

Baca Juga: Menkominfo Ungkap Komitmen Nvidia dan Indosat Bangun Pusat AI di Solo

Sebab, hasil studi World Economic Forum 2023 mengungkapkan ketimpangan gender dalam pengembangan AI masih terjadi, dimana perempuan yang bekerja di bidang AI berada di angka 30 persen. 

“Proporsi perempuan yang mendalami AI sebagai studi lanjutan juga tetap bertahan hanya di angka 20 persen,” ungkapnya.

Menurut Menkominfo, bias dan gender menjadi isu yang dapat melanggengkan stereotip negatif terhadap perempuan dan menghambat partisipasi perempuan dalam pengembangan AI.

Baca Juga: Kembangkan Kebijakan Responsif dan Adaptif, Menkominfo: Libatkan Pemangku Kepentingan

Oleh karena itu, partisipasi perempuan diharapkan akan dapat meminimalkan dampak negatif pemanfaatan AI.

“Automatisasi oleh AI juga berpotensi mengancam posisi perempuan dalam berbagai lini pekerjaan, sehingga perlu dimitigasi. Pemanfaatan AI dapat digunakan untuk pencegahan kekerasan di lingkungan kerja, keluarga dan anak-anak,” tegas dia. 

Menkominfo menyatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menarik investasi bidang AI dengan menerima inisiatif CEO Microsoft Satya Nadella sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp27,6 Triliun.

Baca Juga: Angkat Isu Penggunaan AI di Dunia Musik, Konsep MV Seventeen - Maestro Jadi Topik Hangat dan Banjir Pujian Knetz: Jenius!

Dengan inisiatif investasi oleh Microsoft sebagai perusahaan global ternama, dia berharap akan membantu Indonesia mewujudkan dan mencapai visi Indonesia Emas 2045. 

“Diharapkan juga mampu meningkatkan posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global dan kekuatan ekonomi global khususnya di bidang kecerdasan buatan,” tutup Budi Arie.

Turut hadir secara virtual, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X