RIAUMAKMUR.COM - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menggerakkan ribuan pegawainya untuk menjadi pelopor pembayaran pajak daerah di bumi Majapahit.
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Mojokerto didorong untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan pelayanan pembayaran pajak daerah secara non tunai atau cashless.
Gerakan pelopor pembayaran pajak daerah secara cashless itu dikemas dalam sosialisasi pembayaran pajak daerah secara non tunai yang berlangsung di halaman Pemkab Mojokerto pada Jumat (3/5/2024).
Baca Juga: Inilah Instruksi Presiden terkait Penanganan Pengungsi Erupsi Gunung Ruang
Pada kesempatan itu dilaksanakan juga senam pagi bersama dan cek kesehatan gratis seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten.
Program pelopor pembayaran pajak daerah secara nontunai di bumi Majapahit ini dilakukan berdasarkan pada pelaksanaan peraturan menteri dalam negeri no 56 tahun 2021 tentang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi dan kabupaten/kota Serta Tata Cara Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.
Kegiatan yang diikuti serentak seluruh ASN Pemkab Mojokerto ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Deputi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Pimpinan cabang Perbankan Kabupaten Mojokerto, para asisten dan staf ahli Bupati Mojokerto, Kepala UPD, direktur BUMD, Camat se-Kabupaten Mojokerto serta perwakilan ASN Seluruh OPD se-Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Hadirkan 308 UMKM dari Kuliner Hingga Ekraf, Pj Ketua TP PKK Riau Buka Bazar BBI/BBWI
Bupati Ikfina mengatakan, pelaksanaan sosialisasi pembayaran pajak daerah secara non tunai ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto.
"Intinya ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menunjukkan akuntabilitas dan transparansi kinerja kita semuanya ini juga merupakan bukti real bahwa semua transaksi keuangan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui non tunai bisa dicek, dilihat rekam jejak digitalnya. Semua tidak ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.
Lanjut Ikfina, pemerintah saat ini tengah membutuhkan pemasukan besar khususnya dari PAD. Pemasukan dana pemerintah itu diperlukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pelayanan yang semakin tinggi.
Baca Juga: Dirjen BPD Kemendagri Takjub dengan Perhatian Pemprov Riau kepada Pemerintahan Desa
"Salah satu cara untuk merealisasikan target PAD dengan cepat adalah dengan mendorong transaksi non tunai. Oleh karena itu, ASN Kabupaten Mojokerto sebagai abdi negara harus menjadi pelopor dalam pembayaran pajak non tunai," jelas Ikfina.
Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Bandoe Widiarto menyampaikan, Bank Indonesia sebagai Bank sentral di Indonesia bersama pemerintah mempunyai program Digitalisasi dan Elektronifikasi.
Ia menjelaskan, ada tiga pilar untuk mendorong elektronifikasi yaitu elektronifikasi/digitalisasi Government To Person (GToP), elektronifikasi transaksi pemerintah daerah atau ETPD, Transaksi Transformasi. BI juga menyediakan layanan transaksi non tunai seperti BI Fast untuk transfer dan QRIS untuk pembayaran.
Artikel Terkait
Pasangan Gado-Gado Fajar/Daniel Pastikan Beregu Putra ke Semifinal Thomas Cup 2024, Indonesia Gulung Korea Selatan 3-1
Shin Tae-yong Apresiasi Perjuangan Skuad Garuda Muda
Gernas BBI BBWI, 3.500 Porsi Mie Sagu Disiapkan Pecahkan Rekor MURI
Raih Suara Tertinggi dan Bawa Banyak Kursi Untuk Partai, Dua Kader PDIP Bengkalis Akan Diberi Penghargaan
Hadiri Raker Komwil I Apeksi 2024, Ini Harapan Gubernur Riau
Pj Ketua TP-PKK Provinsi Riau Tinjau Bazar UMKM Gernas BBI/BBWI 2024
Kolaborasikan Gebyar BBI/BBWI dengan Festival Lancang Kuning, Ini Harapan Kadisperindagkop UKM Riau
Dirjen BPD Kemendagri Takjub dengan Perhatian Pemprov Riau kepada Pemerintahan Desa
Hadirkan 308 UMKM dari Kuliner Hingga Ekraf, Pj Ketua TP PKK Riau Buka Bazar BBI/BBWI
Inilah Instruksi Presiden terkait Penanganan Pengungsi Erupsi Gunung Ruang