RIAUMAKMUR.COM - Wakil Gubernur Jambi, H.Abdullah Sani membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Banjir Sungai Batang Merao pasca-Banjir Januari 2024, di Hotel Aston, Selasa (7/5/2024).
Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani meminta agar dalam FGD ini multipihak dapat berdiskusi menemukan solusi permanen penanganan banjir di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Dalam arahannya wagub menyatakan, semua pihak harus menyadari bahwa permasalahan banjir ini tidak dapat diselesaikan secara sektoral, tetapi membutuhkan sinergisitas dan kolaborasi multi sektor.
Baca Juga: Universitas Lancang Kuning Memwisuda 769 Mahasiswa
“Saya berharap masukan dari pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait, instansi vertikal, serta para pakar dapat menghasilkan solusi/alternatif ke depan dalam mengelola ekosistem dan mengurangi dampak bencana di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci,” kata wagub.
Sani juga menyatakan bahwa akan banyak tantangan yang perlu diselesaikan secara bersama baik terkait pengurangan potensi bahaya banjir maupun regulasi terkait penanganan daerah aliran Sungai antarwilayah administrasi yang berbeda.
“Besar harapan saya melalui kegiatan ini, ke depan kita dapat menyusun program terintegrasi, baik dari hulu, tengah hingga hilir, menyiapkan solusi dan alternatif untuk memitigasi dan menangani banjir di kawasan rawan bencana, dan seluruh wilayah Provinsi Jambi,” ujar wagub.
Menurutnya, dalam penanggulangan banjir yang terjadi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pada Januari 2024 lalu, baik pada saat banjir maupun pascabanjir, Pemerintah Provinsi Jambi melalui perangkat daerah terkait membantu penanganan, memastikan agar pasokan masakan dan bantuan logistik kepada masyarakat diwilayah tersebut tidak terganggu.
“Evakuasi warga diminta secepatnya dilakukan untuk daerah yang dinilai rawan bencana. Petugas kesehatan juga diminta siaga di setiap posko pengungsi selama 24 jam dan gratis untuk mengantisipasi adanya pengungsi yang jatuh sakit," ujarnya.
Besar harapannya agar apa yang telah dilakukan dan sedang diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi untuk menangani bencana banjir di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan seluruh wilayah rawan bencana di Provinsi Jambi dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat.
Selanjutnya, dapat menguatkan komitmen seluruh masyarakat Provinsi Jambi bersama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kolaborasi, dan koordinasi melakukan mitigasi terhadap bencana banjir di wilayah Provinsi Jambi.
Wagub juga menyampaikan bahwa penanganan sedimentasi (pendangkalan) Sungai Batang Merao merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, tetapi Pemerintah Provinsi Jambi berupaya untuk mengusulkan kepada Pemerintah Pusat.
"Saya berharap semua stakeholder dapat memonitor dan saling berkoordinasi agar upaya-upaya mitigasi banjir dapat dilakukan lebih maksimal, berupaya untuk mengenali risiko banjir, penegakan aturan serta penyadaran masyarakat untuk memitigasi dan mengatasi banjir diwilayah Provinsi Jambi,” pungkas wagub.
Artikel Terkait
Presiden Resmikan Peluncuran Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis RSP-PU di Jakarta
Usai Thomas dan Uber Cup 2024, 16 Wakil Indonesia Akan Berlaga di Thailand Open Super 500 Minggu Depan
Giselle dan Winter aespa Memukau di Foto Konsep Pertama Album Armageddon, Visualnya Disebut Seperti Bukan Manusia!
Kuatkan Ukhuwah Islamiyah, LAM Riau Lakukan Kajian Rutin Majelis Zikir
Mendagri Instruksikan Pemda Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air dan Dukung Forum Air Sedunia Ke-10
Universitas Lancang Kuning Wisudakan 769 Mahasiswa
Sudah Sesuai Tema? Gaun Biru Jennie BLACKPINK di Met Gala 2024 Tuai Perdebatan Netizen Korea
Jelang Perilisan, Penulis Naskah Bocorkan Deretan Adegan Ikonik di Drama Joy of Life 2 yang Buat Penonton Penasaran! Apa Saja?
Jadi Grup KPop Pertama yang Debut di Met Gala 2024, Netizen Korea Justru Sebut Outfit Stray Kids Membosankan
Universitas Lancang Kuning Memwisuda 769 Mahasiswa