RIAUMAKMUR.COM - Keterbatasan ekonomi dan hidup jauh dari berkecukupan, tak membuat semangat Nikita Muharomah untuk menggapai cita-citanya. Terlahir keluarga kurang mampu dan ditinggal pergi sang ayah, remaja yang kerap disapa Nikita ikut membantu keluarga untuk mencari nafkah.
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2, Tebingtinggi ini tak sungkan untuk membatu sang ibu berjualan sate keliling. Tak seperti remaja lain, dirinya bahkan tak punya waktu untuk bermain dan bergabung bersama teman-temannya sebayanya.
Nikita berjualan sate keliling setiap pulang sekolah hingga malam hari. Agar, cepat sampai tempat nya berjualan Nikita diantarkan ibunya menggunakan sepeda motor. Harga per porsi sate yang dijual Nikita terbilang cukup terjangkau hanya Rp10 ribu. Kalau lagi ramai, omset per malam bisa mencapai Rp150 ribu.
Baca Juga: HUT PP-PAUD Ke-67, Zulkifli Syukur: Terus Berinovasi Membangun Generasi Emas Indonesia
Aktivitas Nikita yang dilakukannya berjualan sate setiap hari di ketahui pihak sekolah. Bagi Nikita berjualan sate setiap malam adalah kebanggaan. Meski lelah Nikita bangga karena mampu mengukir prestasi dan menghidupi keluarganya.
“Kalau belajar di rumah tidak sempat, soalnya pulang sekolah sudah sore dan langsung siapkan jualan dirumah, jadi ada waktu kosong siapkan tugas di sini. Karena pulang jualan itu sudah malam," kata Nikita.
Agar tidak ketinggalan pelajaran, di tempat nya berjualan sambil menunggu pembeli, Nikita menyempatkan diri mengulangi pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Dinginnya malam kerap menemani putri dari Mulyani ini terus belajar untuk mempertahankan prestasi akademiknya.
Baca Juga: Tarif Parkir Pasar Tradisional di Pekanbaru Turun Jadi Rp1.000
Bagi Nikita, tidak ada kata mengeluh. Apalagi bapaknya hingga saat ini tidak pernah kembali setelah pergi merantau. Sejak mulai tumbuh remaja, setiap siang setelah pulang sekolah Nikita sudah berada di dapur untuk meracik bumbu sate ayam yang resepnya diperoleh dari sang ayah Gustami sudah dua tahun pergi dari rumah tanpa ada kabar. Nikita mengatakan, untuk hasil berjualan sate digunakan membantu biaya sekolah dan ketiga adiknya yang masih kecil.
Dewi, Wali Kelasnya di SMA negeri 2 Tebing Tinggi mengakui bahwa Nikita memang siswi berprestasi di sekolahnya.
“Nikita ini merupakan siswa berprestasi di bidang seni dan ketrampilan membanggakan sekolah. Dia anak berprestasi, kemarin waktu di kelas 10 mengikuti paskibraka. Kemudian, ketika di SMP dia pernah juara 3 tingkat provinsi bidang musik, dia pandai bermain musik,” ungkap Dewi.
Baca Juga: Kombes Taufiq Diganjar Penghargaan dari Lemkapi, Begini Penjelasannya
Berbekal keinginan dan cita-cita yang sangat mulia membahagian orang tua, Nikita untuk terus berjuang keras untuk mencapainya. Niatnya untuk dapat menjadi anggota Polisi cukup kuat. Nikita mencoba mengikuti tes Bintara Reguler Pro (Rekpro) tahun 2024 Kepolisian Daerah (Polda) Riau.
Hari ini kedua sedang mengikuti tes seleksi kesehatan tahan I, jika lulus. Keduanya akan mengikuti beberapa tes lainnya.
Tak jauh berbeda dengan kisah Nikita, remaja bernama Muhammad Rofli juga memiliki perjuangan yang sama untuk mewujudkan cita-citanya. M Rofli juga calon siswa (casis) Rekpro asal Kepulauan Meranti, dia berdomisili di Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi.
Artikel Terkait
Gelar FLS2N Jenjang SMP/MTS Tahun 2024, Ini Harapan Kadisdik Pekanbaru
Wamen BUMN Resmikan The Gade Tower, Green Building Milik Pegadaian
Rektor Prof Junaidi: Unilak Semakin Mendapat Kepercayaan Masyarakat Riau dan Indonesia
Kini Sudah Koleksi 64 Piala Sejak Debut! Seventeen - Maestro Raih Kemenangan Pertamanya di Show Champion Minggu Ini
Investasi Masuk Ke Pekanbaru Tembus Rp1,6 Triliun
Lirik Lagu LDR - Denny Caknan, Feeling Neng Angenku Mung Kowe, Langgeng Dayaning Rasa
Kombes Taufiq Diganjar Penghargaan dari Lemkapi, Begini Penjelasannya
PON Aceh-Sumut 2024, Riau Incar 25 Medali Emas, Ini Lima Cabor Andalannya
Tarif Parkir Pasar Tradisional di Pekanbaru Turun Jadi Rp1.000
HUT PP-PAUD Ke-67, Zulkifli Syukur: Terus Berinovasi Membangun Generasi Emas Indonesia