Turunkan Persentase Daerah Rawan Pangan, Gubernur Sulteng Luncurkan Inovasi Tetra-Pandu

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 12:23 WIB
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, meluncurkan aksi inovasi Tetra-Pandu Sulawesi Tengah Tahun 2024, Senin (20/5/2024). Foto : MC Sulteng
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, meluncurkan aksi inovasi Tetra-Pandu Sulawesi Tengah Tahun 2024, Senin (20/5/2024). Foto : MC Sulteng

RIAUMAKMUR.COM – Inovasi dari setiap daerah diperlukan dalam upaya memenuhi ketersediaan pangan dan meminimalisasi risiko kerawanan pangan. Salah satunya inovasi Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu (Tetra-Pandu) dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, mengatakan, Tetra-Pandu merupakan salah satu inovasi daerah di sektor pangan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Sulawesi Tengah 2021-2026 yaitu "Gerak Cepat menuju Sulteng lebih Sejahtera dan Maju".

“Hal itu tertuang dalam misi ketiga yaitu mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan, di samping menjawab isu strategis Sulawesi Tengah yakni, kerawanan dan ketersediaan pangan,” ujarnya saat meluncurkan aksi inovasi Tetra-Pandu Sulawesi Tengah Tahun 2024 dengan tema "Desain Inovasi Penurunan Daerah Rawan Pangan sebagai Input Penyelenggaraan Pembangunan Pangan Sulawesi Tengah di Masa Mendatang", di Desa Labuan, Kecamatan Lage, Senin (20/5/2024).

Baca Juga: Kondisi Terkini Jemaah Haji Temanggung di Tanah Suci, Satu Orang Dirawat di RS King Fath

Rusdy menuturkan, selama masa pemerintahannya telah ditemui beberapa permasalahan mendasar atau substansial yang memerlukan gerak cepat dalam penanganannya. Salah satunya yaitu memenuhi hak dasar manusia akan kecukupan pangan yang beragam bergizi, seimbang, dan aman.

Menurut dia, kondisi geografis Sulawesi Tengah yang sangat beragam seperti wilayah pegunungan, kepulauan, lembah dan wilayah perbatasan, menjadikan pangan belum terdistribusi dengan optimal.

Selain itu, daerah sentra padi, kawasan perkebunan, dan sentra produksi pangan lainnya belum terkoneksi dengan sepenuhnya ke daerah-daerah yang membutuhkan, seperti yang dialami tiga Desa kabupaten poso ini yaitu, Desa Labuan, Desa Toyado dan Desa Silanca.

Baca Juga: Ini Tiga Kampus Unggulan Pelaksana Kuliah Gratis Program Pemkab Muba

Untuk itu, Rusdi berharap kolaborasi yang terkoordinasi dengan baik antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadikan Sulteng sebagai daerah bebas rawan pangan, memiliki sasaran yang tepat dalam pemberdayaan pangan masyarakat serta sebagai praktik baik dalam rangka menyelesaikan permasalahan kerawanan pangan.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Provinsi Sulteng, Christina Shandra Tobondo, menjelaskan, saat ini program inovasi Tetra-Pandu ditetapkan telah menjadi salah satu inovasi Pemerintah Daerah dalam rangka mengurangi desa rawan pangan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah melalui SK Gubernur Sulteng No. 500.6.1/15.1/Bappeda-G.ST/2024 tentang Penetapan Desa Percontohan Inovasi Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu Tahun 2024.

Christina menerangkan, lokasi yang menjadi sasaran inovasi sebagai Pilot Project pada tahun 2024 yaitu desa-desa yang masuk dalam kategori desa rawan pangan Prioritas 1 (sangat rawan).

Baca Juga: Bentuk Apresiasi Terhadap Desa Wisata, Pemkab Muba Bakal Gelar Festival Tegal Mulyo

Di antaranya Desa Walandano di Kabupaten Donggala, Desa Labuan, Desa Toyado, Desa Silanca di Kabupaten Poso dan Desa/Pulau Bambu di Kabupaten Tojo Una-Una.

Kategorisasi desa rawan pangan tersebut ditentukan berdasarkan peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) dan atas usulan masing-masing bupatinya.

"Dalam kegiatan ini, dua belas perangkat daerah pemerintah Provinsi yang mendukung dan akan mengintervensi melalui program inovasi Tetra-Pandu untuk menurunkan presentase daerah rawan pangan di Sulawesi Tengah," kata Christina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X