Kadin Jatim: Inovasi Teknologi Harus Berbasis Potensi Daerah

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 12:52 WIB
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto (kanan) saat melihat hasil karya mahasiswa.
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto (kanan) saat melihat hasil karya mahasiswa.

RIAUMAKMUR.COM - Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) melakukan business matching dengan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) yang ada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengusulkan penguatan bisnis melalui kolaborasi dan kemitraan berbasis konsorsium.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menemukan satu kesamaan program inovasi produk untuk bisa dikerjasamakan bersama. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut pertemuan antara Konsorsium PTV bersama Kadin Jatim dengan pelaku industri di KEK JIIPE Minggu yang lalu.

"Tentunya program inovasi yang akan dikembangkan tersebut harus mengacu pada berbagai potensi daerah di Jatim,"kata Adik Dwi Putranto, dalam rilis Kadin Jatim, di Surabaya, Jumat(24/5/2024).

Baca Juga: Disbudpar Jatim Kembali Gelar Bursa Pariwisata, Banyak Promo Produk dan Paket Liburan

Sejumlah potensi Jatim diantaranya adalah sektor pertanian. Sehingga Adik berharap, dengan adanya kolaborasi antara PTV dengan industri, akan tercipta di teknologi berbasis pertanian.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Konsorsium PTV Jatim Amang Sudarsono bahwa kegiatan "Business matching," ini memiliki tujuan utama untuk melakukan koordinasi dan penjajakan dengan industri yang belum mengenal program tersebut. Sedikitnya ada 60 lebih perwakilan industri di Jatim yang hadir, khususnya industri yang ada di naungan Kadin Jatim.

"Kami punya rencana mengembangkan program Teaching Factory berbasis konsorsium. Misal ada program besar dari satu industri atau beberapa industri, itu tidak bisa kita selesaikan satu PTV saja, itu bisa dikolaborasikan dengan PTV lain. Ini salah satu dari tujuan kami nanti agar terbangun sebuah produk yang dibutuhkan oleh daerah dan kota di Jatim, misal produk pengembangan smart agriculture," terangnya panjang lebar.

Baca Juga: 663 Kafilah Surabaya Berebut Tiket MTQ Tingkat Jatim dan Nasional

Jika ada program seperti ini misalnya, maka PENS bisa masuk disisi teknologi, teman-teman dari PTV Jember bisa melakukan inovasi teknologi pertanian. Teman-teman dari universitas masuk dengan sosial, smart farming atau smart agriculture.

'Yang saat ini dikenal dengan pertanian tradisional, dibawa ke pertanian modern dengan menggunakan segala macam teknologi modern, sehingga semua masuk, robotik masuk, IOT masuk, AI masuk dan sebagainya yanv didukung oleh teman-teman dalam pengembangan pertanian dan pengolahannya,"katanya.  

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga program ini terlaksananya dengan baik di Jawa Timur.

Baca Juga: Satgaspam TNI AL Pastikan Keamanan Calon Jamaah Haji 2024

"Kami di kementerian mengapresiasi betul apa yang sudah dikerjakan oleh Konsorsium Jawa Timur. Kolaborasi antar-perguruan tinggi yang dilakukan ini merupakan aspek penting bagi pelaksanaan pendidikan vokasi di Indonesia," katanya

Ia pun mengingatkan agar konsorsium PTV tetap menjaga apa yang sudah disusun baik work force dan innovation berbasis potensi daerah, yang dalam pengerjaannya melibatkan pemangku kepentingan di provinsi, termasuk media massa.

"Upaya ini sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan program terkait pendidikan vokasi di pemerintah pusat. Sedangkan bagi pemerintah daerah, hasil dari program ini nantinya diharapkan mampu menjadi acuan untuk pembangunan ekonomi di Jawa Timur untuk ke depannya, setidaknya dalam lima tahun ke depan," imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X