RIAUMAKMUR.COM - Polisi menembak mati Rio Rambo (39), pelaku pencurian rumah toko (ruko) dan rumah warga di Pekanbaru. Sebab, Rio menabrak polisi dan masyarakat saat mau ditangkap.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika mengatakan, kepolisian tidak akan mentolerir pelaku kriminal di Pekanbaru. Apalagi pelaku membahayakan masyarakat dan petugas, maka akan ditembak.
"Jangan coba-coba mengganggu masyarakat di Pekanbaru. Ini akibatnya, apalagi bila pelaku melawan dan membahayakan petugas," kata Jeki kepada media center Riau, Minggu (26/5).
Baca Juga: Pesan Penting Kapolda Riau di Halal Bihalal Polresta Pekanbaru
Jeki memperingatkan para pelaku kejahatan di Pekanbaru agar bertaubat. Sebab, cepat atau lambat Satreskrim Polresta Pekanbaru akan menangkap pelaku yang berbuat kriminal.
"Kalau membahayakan warga dan petugas saat mau ditangkap, ya kami tindak tegas dan terukur (ditembak)," kata Jeki.
Sebelumnya, polisi menembak mati Rio Rambo usai menabrak warga bernama Zulnaidi (62). Akibatnya, Zulnaidi mendapatkan 20 kali jahitan pada kakinya.
Baca Juga: Samapta Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Anti Balap Liar di Sekitaran Stadion
Dia ditabrak Rio Rambo yang lari saat dikejar polisi. Rio merupakan buronan kasus pencurian yang selama ini dicari polisi. Karena membahayakan warga, Rio tewas ditembak polisi saat dikejar pada Jumat (24/5) pukul 19.00 Wib.
Pelaku Rio juga residivis atau mantan narapidana itu menabrak warga dan polisi saat mau ditangkap di jalanan Kota Pekanbaru. Polisi yang ditabrak pelaku yakni Aiptu Edy, kondisinya mengalami luka di bagian tangan usai terpental ditabrak.
"Untuk warga bernama Zulnaidi sempat dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru, sudah mendapat perawatan pada kakinya dijahit 20 kali. Dia terpental usai motornya ditabrak dan terseret mobil yang dikendarai buronan kami," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra.
Baca Juga: Polresta Pekanbaru: Waspada Penipuan Bermodus Malware APK Pemilu
Selain kakinya robek, Zulnaidi juga mengalami benturan di kepalanya. Korban sempat muntah-muntah, beruntung nyawa korban dapat diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit oleh warga dan polisi.
"Tadi malam korban langsung pulang ke rumah setelah mendapat perawatan. Biaya perawatan dan sepeda motornya ditanggung kepolisian, kami juga memberikan santunan," kata Bery.
Sementara Aiptu Edy juga langsung pulang ke rumahnya usai dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau. Edy mengalami luka ringan pada tangannya karena terbentur ke aspal.
Artikel Terkait
Satria Mahathir Alias Cogil Diamankan Polresta Barelang Batam
Polresta Pekanbaru Ingatkan Warga Waspada Hoaks Menggunakan AI
Polresta Pekanbaru: Waspada Penipuan Bermodus Malware APK Pemilu
Polresta Pekanbaru Pasang Spanduk Imbauan Ayo Nyoblos di Pemilu 2024
Polresta Pekanbaru Gelar Apel Sarana dan Prasarana Pemilu 2024
Polresta Pekanbaru Petakan Kerawanan, Ternyata Ada 17 TPS Masuk Kategori Rawan dan Sangat Rawan
Pemko Pekanbaru dan Polresta Gelar Apel Siaga Karhutla
Samapta Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Anti Balap Liar di Sekitaran Stadion
Polresta Bandara Soetta Dirikan Posko Pengaman dan Pelayanan Arus Mudik 2024
Pesan Penting Kapolda Riau di Halal Bihalal Polresta Pekanbaru