RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Indonesia mendorong upaya peningkatan kualitas dan jangkauan industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Mengingat industri furnitur telah menjadi pilar penting dalam ekonomi di tanah air dan lebih dari 1.114 unit usaha yang beroperasi
Selain itu telah menyerap lebih dari 143 ribu tenaga kerja dibidang industri furnitur. Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menghadiri Furniture Gathering Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo).
"Industri kerajinan dan UMKM dalam negeri telah menjadi penopang bagi bertahannya perekonomian Indonesia. Bahkan di saat sulit seperti masa pandemi hingga era pemulihan saat ini,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten melalui keterangan resminya yang dikutip InfoPublik Selasa (28/5/2024).
Baca Juga: Riau Ikuti Expo Pengawasan Intern 2024 Akselerasi Pembangunan Oleh BPKP RI
Selama lima tahun terakhir (2018-2022), industri furnitur Indonesia menunjukkan peningkatan ekspor yang cukup konsisten, dengan nilai ekspor pada 2022 mencapai US$2,9 miliar, naik dari US$2,8 miliar pada tahun sebelumnya.
Menurut Menteri Teten, kenaikan ini menunjukan momentum positif menuju target Pemerintah sebesar US$5 miliar pada 2024. UMKM kerajinan yang menjadi pendukung bagi industri mebel juga dapat memberikan sumbangsih yang cukup signifikan setelah pandemi berlalu.
Untuk menghadapi berbagai tantangan seperti ketersediaan bahan baku, kebutuhan akan inovasi desain, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang kondusif.
Baca Juga: Kolaborasi Kominfosanti dan Bawaslu Buleleng Ajak Masyarakat Cerdas Bersosial Media Jelang Pilkada
“Presiden Jokowi baru-baru ini merevisi Peraturan Menteri Perdagangan, fenomena banyak kontainer yang macet 7 ribu. Pemerintah telah menyediakan market intelligence terintegrasi, akses informasi satu pintu untuk agregator ekspor, dan pembiayaan serta dukungan lainnya,” kata Menteri Teten.
Ia menegaskan upaya-upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran UMKM dan koperasi, dengan tujuan tidak hanya mengekspor bahan mentah tetapi produk jadi bernilai tambah tinggi yang dapat bersaing di pasar global.
Selanjutnya, pengembangan Indonesia Trading House (ITH) bertujuan memperluas jaringan pemasaran ekspor, menjadikan Indonesia sebagai hub perdagangan global.
Baca Juga: Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Naik Lagi Minggu Ini
Menteri Teten mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kadin dan ITH walaupun juga tidak mudah. Produk yang kaya akan keunikan desain dan corak budaya Nusantara yang dikombinasikan dengan sentuhan modern, Indonesia memiliki kekuatan pasar internasional.
Ia mengajak semua stakeholder untuk mendukung Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
“Kebijakan ini, kita tidak hanya meningkatkan penggunaan produk lokal dalam proyek-proyek pemerintah seperti IKN, tetapi juga menginspirasi penggunaan lebih luas di berbagai sektor,” kata Menteri Teten.
Artikel Terkait
Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT
Gerakan Nasional BBI dan BBWI Turut Andil Tingkatkan Investasi Banten
POLIS Permudah Pelayanan Jasa Laboratorium Lingkungan Pontianak
Polda Riau Gelar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas
Gali Potensi Atlet, Pemkab Paser Kaltim Perbanyak Turnamen Olahraga
Pemprov Apresiasi Polda Riau Gelar FGD Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas
Lomba HKG ke-52, Pj Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ajak PKK di Bali Eratkan Tali Persaudaraan
Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Naik Lagi Minggu Ini
Kolaborasi Kominfosanti dan Bawaslu Buleleng Ajak Masyarakat Cerdas Bersosial Media Jelang Pilkada
Riau Ikuti Expo Pengawasan Intern 2024 Akselerasi Pembangunan Oleh BPKP RI