RIAUMAKMUR.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menyempatkan diri untuk bertemu dengan Warga Negara Indonesia (WNI) dan diaspora yang bermukim di Jenewa Swiss di sela-sela rapat bilateral dan rapat tingkat Menteri pada Forum World Summit on Information Society (WSIS) 2024 di Jenewa, Swiss.
“Sekitar 50 orang WNI (dan diaspora) di Indonesia dengan latar belakang profesi dan pendidikan yang berbeda, menyambut hangat kehadiran Menteri Kominfo (di Jenewa),” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) Kominfo Raden Rhina Anita Ernita Martono dalam keterangannya terkait Kunjungan Kerja Menkominfo ke WSIS Forum 2024 ke Jenewa, Swiss, seperti dilansir pada Kamis (30/5/2024).
Menurut Rhina, Menkominfo dan delegasi disambut oleh Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary atau Permanent Representative, Febrian A. Ruddyard bersama dengan Deputi I Permanent Representative atau Ambassador, Achsanul Habib, dan Deputi II Permanent Representative atau Ambassador, Dandy Satria Iswara.
Baca Juga: Desa Samiranan dan Joho Jadi Lokasi Replikasi Program Air Minum dan Sanitasi
Acara yang diselenggarakan di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PRTI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia PBB atau World Trade Organization (WTO), dan Organisasi-organisasi Internasional Lainnya di Jenew aini didahului dengan santap siang makanan Padang bersama.
“Masyarakat Indonesia yang hadir, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman dan menanyakan berbagai isu terkini di Indonesia,” imbuhnya.
Dalam forum ramah tamah itu, lanjut Rhina, Menkominfo menjawab banyak pertanyaan seputar perkembangan teknologi di Indonesia dan kebijakan-kebijakan regulasi telekomunikasi dalam merespon tren pertumbuhan teknologi, seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan disrupsi satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) di industri telekomunikasi.
Baca Juga: Menko PMK Tekankan Wisudawan Harus Bisa Bersaing dengan Perkembangan Global
Menjawab pertanyaan itu, Menkominfo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tidak mengenal air mata karena akan selalu mengalami pembaharuan bahkan pergantian, sehingga harus disikapi secara optimis dan positif.
“Agar perkembangan teknologi tidak mengorbankan masyarakat, Pemerintah harus selalu mengutamakan kedaulatan negara dan menjaga equal level playing field (level bermain yang sama) dan equal treatment (perlakuan setara) bagi industri,” jelasnya.
Rhina mengungkapkan, animo peserta pertemuan diwarnai dengan harapan agar Menkominfo mendorong diseminasi informasi serta proliferasi tenaga-tenaga kerja Indonesia profesional di luar negeri, terutama di lembaga-lembaga internasional.
Baca Juga: Hasilkan Data Akurat dan Mutakhir, SIPD Harus Disinergikan dengan Penyelenggaraan SDI
Apresiasi juga disampaikan oleh Diaspora Indonesia atas semakin pesatnya perkembangan teknologi serta regulasi di Indonesia, misalnya dengan penetapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), yang juga menjadi perhatian serius di negara-negara Eropa.
“Di akhir sambutannya, Menteri Kominfo menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia dan para jajarannya serta para WNI yang hadir dalam silaturahmi tersebut dan mengharapkan kolaborasi yang semakin kuat untuk seluruh diaspora Indonesia untuk kepentingan Indonesia yang lebih baik, memanfaatkan semua sumberdaya yang ada menuju Indonesia Maju 2045,” pungkas Kabiro Humas Kominfo.
Artikel Terkait
Wujudkan Transformasi Digitalisasi, KIM Kini Miliki Website Sendiri
Puluhan KPM Desa Pakamban Daya Terima BLT-DD Tahap II
Roadshow Bus KPK di Bangkalan Dimulai, Banyak Kegiatan dan Hadiah Menarik
Jamin Hewan Kurban Berkualitas, DKPPP Gelar Bazar Ternak Domba
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorontalo Hadiri Rakornas Kearsipan
Rembuk Stunting, DP3AP2KB Gayo Lues Terus Kembangkan Potensi yang Ada
Fasilitasi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, Pemkab Aceh Jaya dan YARA Jalin Kerja Sama
Hasilkan Data Akurat dan Mutakhir, SIPD Harus Disinergikan dengan Penyelenggaraan SDI
Menko PMK Tekankan Wisudawan Harus Bisa Bersaing dengan Perkembangan Global
Desa Samiranan dan Joho Jadi Lokasi Replikasi Program Air Minum dan Sanitasi