RIAUMAKMUR.COM - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) akan menganugerahkan gelar adat kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Dr Muhammad Ali, SE, MM, MTr, Opsla.
Gelar adat yang akan diberikan kepada pria dengan bintang empat itu adalah sebagai Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa.
Kasal Muhammad Ali sebelumnya pernah menjabat sebagai Danlanal Kota Dumai dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) berpusat di Tanjung Pinang.
Adapun makna dari gelar adat ini yakni seorang pemimpin yang penuh dengan kilau cahaya kebaikan dan kemuliaan, memiliki kekuatan bagai air, menjunam dalam dapat menenggelam.
Baca Juga: Kuatkan Ukhuwah Islamiyah, LAM Riau Lakukan Kajian Rutin Majelis Zikir
"Sekaligus, memiliki gelombang kekuatan yang besar, serta mampu pula menggunakan kedalaman dan kekuatannya untuk menjalankan kewajiban dan menjunjung kesetiaan kepada bangsa dan negara," papar Ketua DPH LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Sabtu (1/6/2024).
Rencana pemberian gelar kepada Kasal Laksamana Muhammad Ali sudah melalui alur patut.
Kajian yang dilakukan tim penapis sebagai pertimbangan pemberian gelar diantaranya atas jasa dan kedekatannya kepada masyarakat Dumai, lebih khusus lagi orang melayu yang ada di kota minyak tersebut.
Bahkan sampai saat ini, meski sudah lama meninggalkan Dumai, namun hubungan kedekatan itu tetap dapat dirasakan.
Selain itu, istrinya bernama Ny Fera Muhammad Ali merupakan kelahiran Terempa Kepulauan Riau.
"Alhamdulillah, 27 Mei lalu kita sudah merisik (meminang) untuk diberikan gelar adat. Beliau menyambut kita dari LAM Riau dengan penuh kekeluargaan di Jakarta," ujar Datuk Taufik Ikram Jamil.
Baca Juga: Ditjen Adwil Hadiri JMC RI-PNG Bahas Peluang Kerja Sama
Selain Laksaman Muhammad Ali, sejumlah tokoh nasional dapat gelar adat dari LAM Riau diantaranya Hamengkubowono IX, mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono semasa menjabat, Presiden Joko Widodo, Wakapolri Gatot Edy Purnomo saat menjabat.
Pemberian gelar adat kepada Laksamana Muhammad Ali diberikan pada 5 Juni nanti, diberikan pada puncak milad ke-54 LAMR.
Milad dimulai dari 3 Juni dimulai dengan acara majlis zikir. Kemudian 4 Juni, acara dilanjutkan menegakan payung panji adat, penyembelihan kerbau, orasi budaya, silat, zapin, syair, randai kuantan.
Artikel Terkait
Ditjen Adwil Hadiri JMC RI-PNG Bahas Peluang Kerja Sama
Pemprov Papua Gelar Seminar Cinta Tanah Air
MDC 2024, Ajang Asah Skill sekaligus Gelorakan Ekraf dan eSport di Kota Malang
Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Padang Sukses Diberangkatkan
Jangan Asal Glowing, Konsumen Diimbau Pastikan Kosmetik Punya Izin Edar
Tangani Stunting, DBD dan TBC, Pemdaprov Luncurkan Geber Si Jumo dan Jamillah di Majalengka
Sekda Penajam Paser Utara Resmikan Sumur Bor Bantuan Presiden di Desa Giripurwa
Presiden Jokowi Memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Dumai
Peringatan Harlah Pancasila di Tidore Kepulauan Sukses Dihelat di Lapangan SPN Polda Malut
Ruko di Mandau Terbakar, Satu Keluarga Meninggal Dunia