RIAUMAKMUR.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melakukan langkah percepatan dalam pemenuhan dokumen Rencana Induk Pelabuhan (RIP) pada seluruh pelabuhan di Indonesia.
Hal itu, dikarenakan pentingnya peran pelabuhan dalam suatu sistem transportasi mengharuskan setiap pelabuhan memiliki sebuah perencanaan pengembangan pelabuhan yang baik melalui rencana induk pelabuhan.
Direktur Kepelabuhan, Muhammad Masyhud, memaparkan dari 636 lokasi pelabuhan eksisting yang terdapat dalam rencana induk pelabuhan nasional, baru sekitar 74 persen yang telah memiliki dokumen RIP, dan 30 persen yang telah mendapatkan penetapan dokumen RIP, sehingga dibutuhkan suatu strategi dan langkah dalam percepatan pemenuhan dokumen RIP dimaksud.
Baca Juga: Cek Kesehatan Hewan Kurban, Penyakit Ditemukan Sebatas Pilek dan Scabies
"Salah satu langkah untuk mempercepat pemenuhan dokumen RIP adalah dengan menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. SE/DJPL-14 tahun 2024 tentang Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan pada pelabuhan yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelabuhan di lingkungan Ditjen Hubla," ujar Masyhud pada Kamis (6/6/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan, rencana induk pelabuhan merupakan representasi dari pengaturan ruang pelabuhan yang terintegrasi dengan kebijakan lain di tingkat daerah maupun nasional dan menjadi dokumen perencanaan penting bagi setiap pelabuhan.
Namun demikian, dalam proses penyusunan RIP tak jarang dihadapkan pada berbagai tantangan dan kompleksitas sehingga diperlukan kolaborasi dan kerja sama antara para pemangku kepentingan.
Baca Juga: Dinas Kesehatan Halmahera Barat Evaluasi Program Kesling dan Kesjaor di 15 Puskesmas
"Dalam menghadapi tantangan yang ada, saya percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun swasta, kita dapat mengatasi tantangan tersebut dan mencapai tujuan bersama untuk memiliki pelabuhan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi," kata Masyhud.
Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini dapat menghasilkan manfaat yang nyata terhadap penataan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, khususnya mengenai bagaimana membuat sebuah perencanaan pengembangan pelabuhan yang baik melalui rencana induk pelabuhan.
Adapun bimbingan teknis ini diisi materi mengenai penyusunan rencana induk pelabuhan yang terintegrasi dengan berbagai kebijakan dan regulasi, dokumen perencanaan lainnya, tata cara penyusunan rencana induk pelabuhan hingga simulasi penyusunannya dengan narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, dan Direktorat Kepelabuhanan Kemenhub.
Artikel Terkait
Admin Pemdes Harus Kuasai Teknologi Digital untuk Transparansi dan Efisiensi Administrasi
Keseimbangan Ekonomi dan Ekologi Laut Perlu Dijaga
Peringati 10 Tahun Gemelan Kyai Jati Roso, Tim NCH Gamelan Orchestra Dublin Gelar Konser Kolaborasi
Komnas HAM Bahas Mitigasi dan Antisipasi Konflik Sosial dalam Pilkada Serentak 2024
KPLP Kemenhub Amankan Kapal SV Avatar Courage dari Upaya Perampokan
Sidak Bantuan Beras CPP, Pj Bupati: Tidak Ditemukan Penyimpangan Penyaluran
Dibutuhkan Koordinasi Lintas Sektoral untuk Tingkatan Keselamatan Lalu Lintas
Plh Sekda Provinsi Gorontalo Buka Kegiatan Sosialisasi RUU PBJ Publik
Dinas Kesehatan Halmahera Barat Evaluasi Program Kesling dan Kesjaor di 15 Puskesmas
Cek Kesehatan Hewan Kurban, Penyakit Ditemukan Sebatas Pilek dan Scabies