RIAUMAKMUR.COM - Sebagai wilayah dengan tutupan lahan gambut terluas di Indonesia dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Provinsi Riau terus mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam upaya-upaya pengendalian karhutla.
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta didukung oleh stakeholder terkait karhutla seperti KLHK, TNI AU, BPBD Provinsi Riau, serta Pemerintah Provinsi, melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk Pembasahan Lahan Gambut di Provinsi Riau sebagai salah satu langkah antisipasi karhutla, terutama menjelang puncak musim kemarau.
Bayu Prayogo selaku Koordinator lapangan OMC Riau dari BMKG mengatakan bahwa OMC telah menjadi salah satu upaya rutin dalam pencegahan karhutla di lahan gambut.
Baca Juga: LAM Riau Keluarkan Himbauan Larangan Judol dan Pinjol
"Ekosistem gambut perlu dijaga untuk tetap basah, melalui modifikasi cuaca, diharapkan hujan yang dihasilkan bisa berkontribusi terhadap pembasahan lahan gambut, utamanya memasuki puncak musim kering di Provinsi Riau," kata Bayu Prayogo saat di konfirmasi reporter rri, Sabtu (29/6/2024).
Bayu Prayoga menjelaskan bahwa penerbangan penyemaian awan yang dilakukan oleh BMKG selalu mepertimbangkan dinamika cuaca pada setiap hari pelaksanaannya.
"Untuk penerbangan penyemaian awan, tim akan selalu melakukan analisis terkait kondisi cuaca di hari tersebut, hasil analisis cuaca harian tersebut, akan menjadi input dalam merencanakan sasaran penerbangan penyemaian awan,"kata Bayu.
Baca Juga: Jajaran BKKBN Riau Bersama Mitra Ikuti Puncak Harganas
Bayu Prayogo juga menyebutkan di provinsi Riau rata-rata setiap kabupaten mempunyai lahan gambut yang cukup luas terutama di wilayah pesisir khususnya wilayah timur riau.
"Gambut di daerah tersebut banyak terkonsentrasi seperti di Kabupaten Rokan hilir, Bengkalis, Dumai, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan sampai kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu) dan bahkan di Kabupaten Kampar,"ucap Bayu Prayogo.
Dengan luasnya lahan gambut di Riau lebih dari 3 Juta Hektare maka difokuskan untuk melakukan penyemaian awan sehingga dapat membantu meningkatkan curah hujan di wilayah-wilayah dengan tutupan lahan gambut di Provinsi Riau tersebut.
Artikel Terkait
Penampilan Live Seventeen Bawakan 13 Lagu di Glastonbury Festival 2024 Buat Heboh, Netizen Korea Akui Bangga dan Terharu
Panjang Atau Pendek? Netizen Korea Perdebatkan Gaya Rambut Hanni NewJeans yang Paling Cocok
Libatkan 17 Negara, Pemprov Riau Ramah Tamah dengan Peserta Pelatihan Komoditas berkelanjutan
Gara-Gara Ini, Netizen Korea Sebut Boy Grup MIRAE Akan Disband! Ada Apa?
Tak Secerah Judulnya, Lin Yi dan Shen Yue Justru Hadirkan Vibes Mencekam di Drama Romansa Smile Code
Hanya Butuh Waktu Dua Tahun, NewJeans Jadi Girl Grup KPop Pertama yang Sukses Penuhi Tokyo Dome Dengan Fanmeeting
Seventeen Cetak Sejarah, K-Pop Pertama di Glastonbury Festival
Jajaran BKKBN Riau Bersama Mitra Ikuti Puncak Harganas
Menko PMK Kunjungi Stand UPPKA BKKBN Riau
LAM Riau Keluarkan Himbauan Larangan Judol dan Pinjol