RIAUMAKMUR.COM - Percepatan penurunan stunting merupakan komitmen pemerintah dan merupakan salah satu strategi nasional.
Oleh karena itu, sebut Kepala BKKBN, pemerintah telah menetapkan strategi nasional percepatan penurunan stunting yang menjadi acuan bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam rangka percepatan penurunan stunting.
"Semangat tim percepatan penurunan stunting ini sangat luar biasa mempunyai komitmen yang baik," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ke 31 yang disiarkan melalui YouTube BKKBN Official, Sabtu (29/6/24).
Baca Juga: Hasto Wardoyo: Tren Angka Perkawinan Anak Terus Menurun
Hasto Wardoyo melanjutkan, tujuan adanya strategi nasional percepatan penurunan stunting adalah menurunkan pravelensi stunting, mementingkan kualitas penyiapan kehidupan keluarga.
Selanjutnya juga bertujuan untuk menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.
"Terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap langkah penurunan stunting ini, sesuai dengan arahan Presiden segera angka itu akan diselesaikan," ucapnya.
Baca Juga: Diikuti Perwakilan Pemda se Indonesia, Puncak Harganas ke 31 Resmi Diselenggarakan
Kepala BKKBN menambahkan, pilar stranas percepatan stunting ini adalah peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementrian lembaga, Pemda provinsi, Pemda kabupaten/kota dan pemerintah desa.
Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi invetervensi sensitif di kementrian, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat.
"Serta penguatan dan pengembangan sistem data informasi riset dan inovasi," lanjut dia.
Baca Juga: Tiga Kabupaten di Riau Laksanakan Pemilihan Legislatif Ulang Hari Ini
Terakhir, Hasto Wardoyo menambahkan, ada beberapa rencana aksi penurunan stunting ini, diantaranya rencana aksi nasional pendekatan keluarga dengan penyediaan data keluarga beresiko stunting.
Kemudian pendamping keluarga beresiko stunting, pendamping semua calon pengantin, surveilens keluarga beresiko stunting, serta udit kasus stunting.
"Semua tim percepatan stunting hari ini (puncak Harganas 2024) hadir dengan jumlah lebih dari 10 ribu orang. Ini semangat luar biasa mempunyai komitmen yang baik sesuai dengan yang ada di pilar 1 strategi nasional percepatan penurunan stunting yakni membangun komitmen," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Pimpinan Al-Azhar Mesir Temui Menag, Bahas Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia
Lima Tokoh Sejarah Dikisahkan dalam Monolog "Di Tepi Sejarah" Musim Ketiga
Sosialisasi Pilkada 2024, KPU Garut : Tahapan Krusial
Sinergitas Pemda Dalam Pengolahan Sampah di Legoknangka
Dianggap Terlalu Berlebihan, Interaksi Bai Lu dan Fan Chengcheng di Keep Running Ini Trending Hingga Picu Perdebatan!
Kapolda Riau Pantau PSU Pileg di Kepulauan Meranti, Pastikan Keamanan Terjaga
Tiga Kabupaten di Riau Laksanakan Pemilihan Legislatif Ulang Hari Ini
Deretan Pencapaian Mengagumkan Lisa BLACKPINK Dengan Rockstar Dalam 24 Jam Setelah Dirilis
Diikuti Perwakilan Pemda se Indonesia, Puncak Harganas ke 31 Resmi Diselenggarakan
Hasto Wardoyo: Tren Angka Perkawinan Anak Terus Menurun