Lewat program itu juga, Kilang Pertamina Unit Sungai Pakning memperkenalkan pupuk organik cair hasil fermentasi limbah destilasi serai wangi yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan tanaman hortikultura.
Selain itu, Kilang Pertamina Unit Sungai Pakning juga mengedukasi kelompok tani dan masyarakat Desa Batang Duku memperkenalkan irigasi teknis menggunakan springkel yang lebih hemat bahan bakar minyak jika dibandingkan dengan irigasi konvensional terkait manajemen irigasi pertanian.
Agustiawan mengatakan bahwa pertanian hortikultura untuk komoditas sayuran dikembangkan dengan sistem paludikultur dan pengaturan tanam dengan sistem poligowo.
Kemudian hasil panen yakni kangkung itu kini telah memenuhi kebutuhan pasar lokal serta diolah menjadi beberapa produk bernilai ekonomis seperti stik kangkung oleh anggota perempuan Kelompok Tani Maju Jaya Bersama.
Dampak Keberhasilan Program Pertanian Hortikultura Lahan Gambut Di Desa Batang Duku
Lewat program inovasi pertanian tersebut, PT KPI Unit Sungai Pakning berhasil menciptakan penerima manfaat sebanyak 4.613 orang dan meningkatkan perekonomian kelompok binaan program sebesar 127 persen.
Hal ini dibuktikan dengan dengan meningkatkannya pendapatan kumulatif omzet usaha pada tahun 2022 sebesar Rp 224.576.000,- menjadi Rp 226.150.000,- pada tahun 2023.
Menurut Agustiawan, program tersebut juga berdampak pada peningkatan rata-rata pendapatan seluruh penerima manfaat program perbulan sebesar Rp 3.184.722 per orang dan meningkatkan perubahan perilaku para petani sebesar 90 persen.
Selain itu, menurut perhitungan kajian Social Return On Investment (SROI), program tersebut telah mendapatkan penilaian sebesar 1,34, yang artinya program ini sudah berhasil terlaksana dan berjalan serta telah memberikan dampak cukup signifikan di kehidupan masyarakat, baik di segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
Kesuksesan program tersebut berhasil membawa Kilang Pertamina Unit Sungai Pakning meraih penghargaan bergengsi, seperti E2S Proving League dan yang terbaru di ajang Indonesia Social Responsibility (ISRA) 2024 dengan predikat PLATINUM.
Melalui program ini pula, Kilang Pertamina Unit Sungai Pakning juga telah berkontribusi terhadap poin-poin pada pilar Sustainable Development Goals (SDGs), diantaranya poin 1 tentang menghapus kemiskinan, poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 15 tentang menjaga ekosistem darat, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
“Semoga program ini semakin berkembang dan inovatif, sehingga dampak positif yang ditimbulkan semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tutup Agustiawan.
Artikel Terkait
Kemendag dan Pertamina Patra Niaga Berkomitmen Awasi Pengisian LPG di SPBE
Pertamina Raih Dua Penghargaan Penurunan Emisi Korporasi Terbaik 2024
Kolaborasi Pertamina - Bakrie Group, Presiden Jokowi Lakukan Groundbreaking Nusantara Sustainability Hub
Pertamina Sukses Jalankan Penugasan Pemerintah, Operasional Perusahaan Tumbuh di Segala Lini Bisnis
Pertamina Patra Niaga Siapkan 145.160 Tabung LPG 3 Kg Tambahan untuk Idul Adha di Riau
Kontribusi Pertamina Capai Rp426 Triliun Pada Penerimaan Negara di Tahun 2023
Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg di Riau Aman Saat Iduladha 1445 H
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024, Ajang Promosi Sportainment Berkelas Dunia
Hanya Cek Sampling 84 Tabung, Pertamina Pastikan Pengisian LPG Sesuai Standar
Pertamina Sumbagut Gelar Pelatihan UMK Academy 2024