RIAUMAKMUR.COM - Penanganan darurat dan evakuasi warga terdampak banjir di Sulawesi Tenggara dilakukan oleh pemerintah daerah dan relawan dengan koordinasi yang intensif antarlembaga seperti BPBD, TNI, Polri, dan berbagai dinas terkait.
Upaya ini meliputi penyediaan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan pakaian, serta kebutuhan medis yang mendesak seperti obat-obatan dan tenaga medis.
"Pemerintah pusat juga terlibat aktif dalam mendukung upaya pemulihan daerah-daerah yang terkena dampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keteranganya, Sabtu (6/7/2024).
Baca Juga: Patroli Gabungan TNI-Polri dan CIQ Amankan Perbatasan RI-Timor Leste di NTT
Awal Juli 2024, Provinsi Sulawesi Tenggara diliputi bencana banjir yang melanda tiga kabupaten secara simultan, yakni Buton Utara, Muna Barat, dan Konawe Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB pada Kamis (4/7/2024), kejadian ini dipicu oleh hujan deras dengan curah tinggi yang menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap.
Luapan sungai- sungai itu mengakibatkan banjir yang merusak pemukiman warga serta infrastruktur penting di sepanjang aliran sungai.
Baca Juga: TP-PKK Kabupaten Buleleng Perkenalkan Keanekaragaman Busana Adat Buleleng di PKB XLIV
Di Kabupaten Buton Utara, banjir yang terjadi pada Rabu, (3/7/2024), menghantam beberapa kecamatan seperti Kambowa dan Kulisusu Barat. Sebanyak 1.670 jiwa atau sekitar 432 kepala keluarga terdampak.
Desa-desa seperti Morindino, Baluara, dan Pongkowulu di Kecamatan Kambowa serta Lapandewa dan Lambale di Kecamatan Kulisusu Barat menjadi pusat perhatian evakuasi dan bantuan kemanusiaan.
Kerugian material jalan poros dan talud sungai mengalami kerusakan parah, menghambat akses dan menambah kesulitan bagi warga yang harus menghadapi kondisi pasca-banjir.
Baca Juga: Kejuaraan Pencak Silat Pelajar, Upaya Pemkab Sumenep Lestarikan Seni Budaya
Sementara itu, di Kabupaten Muna Barat, luapan Sungai Tiworo yang terjadi pada Kamis, (4/7/2024) menyebabkan 241 jiwa terdampak, dan sebanyak 34 Jiwa mengungsi.
Desa-desa seperti Lasama, Laworo, dan Waumere di Kecamatan Tiworo Kepulauan serta Lakalamba di Kecamatan Sawerigadi menjadi fokus utama evakuasi dan penanganan darurat.
Selain kerugian jiwa, bencana ini juga merusak infrastruktur dengan satu unit mushola terdampak serta 20 hektar lahan pertanian yang tergenang air.
Artikel Terkait
Lirik Lagu Selendang Biru Sing Ono Ning Pundakmu - Happy Asmara
SRC Gelar Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan
Lirik Lagu Sanes, Ngancani Nanging Ora Iso Nduweni - Guyon Waton X Denny Caknan
Basarnas Evakuasi WNA Asal Suriah Karena Keracunan Zat Kimia
Korban Kebakaran Terima Bantuan Sembako dari Kapolsek dan Koramil
Disdukcapil Lakukan PKS dengan 10 TK di Banda Aceh
Pemko Banda Aceh Gelar FGD Penguatan Forum Satu Data
Kejuaraan Pencak Silat Pelajar, Upaya Pemkab Sumenep Lestarikan Seni Budaya
TP-PKK Kabupaten Buleleng Perkenalkan Keanekaragaman Busana Adat Buleleng di PKB XLIV
Patroli Gabungan TNI-Polri dan CIQ Amankan Perbatasan RI-Timor Leste di NTT