RIAUMAKMUR.COM – Saat meninjau pembangunan tahap dua Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) di Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, Jumat (12/7/2024), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, optimistis pertanian Indonesia akan memiliki kualitas bibit yang baik karena menerapkan teknologi genomic (rekayasa genetika).
Menko Luhut menegaskan bahwa teknologi genomic itu akan dapat mewakili semua daerah di Indonesia. Kemudian, mengenai bibit pertanian itu sendiri, telah dibahas dalam Rapat Terbatas (ratas) mengenai penambahan bibit-bibit pertanian, seperti penambahan bibit kakao yang saat ini hanya ada sekitar 2 juta bibit.
“Kemarin dalam ratas di Jakarta, kita menyiapkan pembuatan replanting kelapa sawit, dan saya usul research datanya harus dihidupkan. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) punya dana sekitar 52 triliun untuk program replanting kelapa sawit, dan sekaligus saya ikutkan kakao. Kakao butuh 800 juta bibit, kita hanya punya 2 juta bibit. Jadi, itu bisa diprogram genomic di sini,” ujarnya.
Menko Luhut menjelaskan, pembangunan tahap 2 TSTH ini diharapkan selesai pada Januari, dengan landscape-nya pada Februari 2025. “Jadi, nanti saat Presiden terpilih bisa meresmikan tempat ini pada Maret 2025, sudah ada hasil genomicnya yang bisa dilaporkan,” tambahnya.
Dalam kunjungan kerja itu juga dilaksanakan sejumlah kesepakatan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Institut Del mengenai Penggunaan BMN Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura.
Selain itu, dilaksanakan juga Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Mars Symbio-science Indonesia dan Asia-beef Biofarm Indonesia dengan IT Del mengenai Research, Education and Community Services, serta MoU antara Symbioscience Indonesia dengan IT Del mengenai Cocoa Productivity Research and Transfer of Technology.
“Saya berharap semua kerja sama dengan berbagai universitas ini akan menjadi game changer untuk Indonesia dalam bidang pertanian maupun bidang lainnya. Misalnya bawang putih yang kita import selama ini, sekarang kita bisa genomic dan produksi di sini. Mudah-mudahan itu akan terjadi karena banyak anak Indonesia pintar-pintar,” ucapnya.
Menko Luhut akan melapor pada Presiden Jokowi pada hari Senin mendatang mengenai kunjungan ini, sehingga diharapkan pada bulan Agustus mendatang, Presiden Jokowi bisa ikut panen bawang.
“Jadi saya harap selama 2-3 bulan ke depan, semuanya sudah tertata. Sehingga waktu presiden datang ke sini, terlihat memang betul-betul research center yang berkelas,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Plh Sekda Edward Chandra Harap KADIN Sumsel Bantu UMKM Berkembang
Kota Banda Aceh Juara Umum Popda XVII Aceh Timur
Pj Gubernur Dukung Peningkatan Kualitas Informasi Publik di daerah 3T Sumsel
Pemrov Sumsel Komitmen Perluas Cakupan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
TP-PKK Kabupaten Pinrang Gelar Anjangsana, Peringati Tahun Baru Hijriah
Pj Bupati Pinrang Berharap Para Pengusaha Tambang Galian Patuhi Regulasi
45 Personel Angkatan Darat Kamboja Lulus Kursus Dasar Bahasa Indonesia
Menkes Ingin RS IKN Miliki Sentuhan Arsitektur yang Ikonik
Menteri ATR/BPN AHY Resmikan Implementasi Sertifikat Tanah Elektronik di 29 Kantor Pertanahan Jawa Tengah
Wapres Ma'ruf Amin: Keberhasilan Pemilu 2024 Kunci Penguatan Demokrasi dan Transisi Pemerintahan yang Damai