Bawaslu Bengkalis Minta Coklit Wajib Dilakukan dengan Tepat

photo author
- Rabu, 17 Juli 2024 | 23:55 WIB
Ketua Bawaslu kabupaten Bengkalis Usman sedang berbincang dengan wartawan dan sedang melihat data laporan (foto Rep rri tsm)
Ketua Bawaslu kabupaten Bengkalis Usman sedang berbincang dengan wartawan dan sedang melihat data laporan (foto Rep rri tsm)

RIAUMAKMUR.COM - Pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih untuk pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) benar-benar dilaksanakan dengan maksimal karena kejadian pada pemilu sebelumnya banyak terjadi pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah daerah karena saat pendataan tidak benar-benar akurat.

Hal ini disampaikan secara tegas oleh ketua Bawaslu Bengkalis Usman saat di konfirmasi reporter RRI, Selasa (16/7/2024).

Menyinggung apa yang sudah disampaikannya terhadap beberapa kesalahan yang dilakukan oleh petugas pendataan dan pemutahiran data pemilih (Pantarlih), Bawaslu minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan perbaikan sesuai saran dan masukan yang diberikan petugas pengawas kelurahan dan desa (PKD) dilaksanakan dengan benar agar hasilnya tidak sia-sia.

Baca Juga: Perempuan Riau Berdaya Lewat SheHacks Innovate Bersama Indosat Ooredoo Hutchison

"Jajaran pengawas mulai dari desa dan kelurahan sampai dengan kecamatan akan terus melakukan pengawasan dan memberikan perbaikan terhadap kesalahan yang dilalukan oleh petugas Pantarlih," kata Ketua Bawaslu.

Saran dan masukan perbaikan tersebut di katakan Usman hendaknya benar-benar dilakukan dan yang paling penting adalah melaksanakan saran perbaikan yang telah dilakukan.

"Saran perbaikan ini dilayangkan oleh kawan-kawan kami di jajaran pengawas pemilu baik di kecamatan maupun di tingkat TKD untuk memastikan bahwa temuan-temuan yang ada di lapangan itu segera dilakukan perbaikan termasuk bagaimana kemudian memastikan kembali adanya masyarakat yang tidak mau di coklat itu untuk di coklit," ujar Usman.

Baca Juga: Menuju Bengkalis Transparansi Award 2024, Ini Pesan Bupati

Dijelaskan ada di salah satu desa masyarakat ketika didatangi petugas Pantarlih tidak mau di coklit karena pertama memang Pantarlih yang datang itu tidak membawa data atau tidak bisa menunjukkan data sebagai Pantarlih, kemudian tidak menggunakan atribut Pantarlih.

"Bagaimana warga mau di coklit sementara petugas tidak menggunakan atribut lengkap," ucapnya.

Menurut dia Bawaslu juga meminta kepada KPU agar menghindari kesalahan-kesalahan lama kesalahan klasik dalam proses pemutakhiran daftar pemilih karena kasus pemilihan ulang di beberapa wilayah di Indonesia itu diawali oleh buruknya tata kelola penyusunan daftar pemilih. 

Baca Juga: Penyelenggara Pemilu Harus Maksimal Dalam Pemutakhiran Data Pemilih

"Kepada kawan-kawan KPU, karena ini menyangkut hak pilih masyarakat kita di wilayah kabupaten Bengkalis dan menjadi tolok ukur sukses atau tidak Pemilu atau pemilihan kepala daerah ini ditandai dengan kualitas dari penyusunan daftar pemilih itu sendiri, Saya kira itu yang penting untuk diingat oleh teman-teman penyelenggara Pemilu sampai tingkat ke bawah," kata Usman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X