Setelah Bisa Mendengar, Harapan Besar Kayla adalah Bersekolah Lagi

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Jumat, 19 Juli 2024 | 05:00 WIB
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki (kanan), memberikan alat bantu pendengaran di Karangasem Selatan, Kabupaten Batang.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki (kanan), memberikan alat bantu pendengaran di Karangasem Selatan, Kabupaten Batang.

RIAUMAKMUR.COM - Delapan tahun sudah Kayla, gadis kecil berusia 12 tahun yang duduk di bangku kelas 4 SDN Karangasem Selatan menderita gangguan pendengaran. Akhirnya harapan untuk mendengar nada-nada indah dan kata-kata yang dituturkan sang ibu dapat terwujud, usai mendapatkan alat bantu pendengaran.

Jika melihat usianya, memang sedikit mengagetkan karena tak seharusnya gadis kecil yang bercita-cita menjadi dokter itu berada di kelas 4 SD. Bukan karena tak mampu secara akademis, namun keterbatasan fisiklah yang menghambat kemajuan dalam mengejar asa.

Berkat program pemeriksaan kesehatan masal yang digagas Pemkab Batang, akhirnya anak berkebutuhan khusus seperti Kayla dapat tertangani dengan cepat.

Baca Juga: Razia Narkoba di Klub Malam, Ratusan Pengunjung Dites Urine Polda Riau

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama segenap jajaran segera memberikan bantuan alat bantu dengar untuk memudahkan Kayla menjalani hari-harinya nanti.

“Alhamdulillah sudah ada alat bantu, untuk memperjelas pendengaran, walaupun dalam peremajaan alat, mengharuskan perbaikan langsung ke pabrik di Semarang. Tapi nanti pihak RSUD bersama kecamatan memberikan pendampingan tiap enam bulan sekali, sambil diamati perkembangan pendengarannya,” katanya saat mengunjungi kediaman Kayla di Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, Kamis (18/7/2024).

Melihat keterbatasan yang dialami, Lani menyarankan Kayla masuk ke lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. “Kalau Dek Kayla ini masuk ke SLB Negeri, nanti potensi terpendamnya bisa terasah karena dibimbing oleh guru yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga: Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama, Pj Gubri: Bekerjalah dengan Baik

Rona bahagia bercampur haru terpancar di wajah Lilis, ketika alat bantu itu telah terpasang di telinga mungil putrinya. Besar harapannya, pendengaran putri sulungnya itu kembali normal dan dapat meraih cita layaknya gadis sebayanya.

“Kalau keputusan sekolah ke SLB atau sekolah umum, harus dirundingkan dulu sama ayahnya. Tapi kalau anaknya tidak mempermasalahkan karena di mana pun berada, selalu mudah berkawan,” terangnya.

Usai alat bantu pendengaran terpasang, wajah sumringah nampak jelas diraut muka Kayla, seakan ada harapan baru untuk menjelajahi tiap kata yang terucap. “Senang bisa dengar lebih jelas, biar bisa sekolah dan ketemu teman-teman lagi,” ujar dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X