RIAUMAKMUR.COM - Bunda Paud Kota Surabaya, Rini Indriyani mengungkap pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Terutama dalam aspek literasi dan numerasi dalam rangka upaya pemulihan pembelajaran di Kota Pahlawan Surabaya.
Hal itu disampaikan Bunda Rini Indriyani saat menghadiri kegiatan Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran Regional 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, di Hotel Platinum Kota Surabaya, Selasa (2/7/2024).
Ia menyampaikan bahwa Surabaya mempunyai 3.242 lembaga yang terdiri dari 1.286 lembaga TK, 404 lembaga KB, 849 lembaga PPT/SPS, 49 lembaga TPA, dan 654 lembaga SD dengan total guru 15.295 orang, serta total siswa sebanyak 316.279 yang memerlukan pendampingan pemulihan pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Kalsel Programkan Normalisasi Saluran Tersier di Tiga Daerah
"Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan tahun 2024, kami patut bersyukur bahwa di Surabaya capaian kemampuan literasi dan numerasi menunjukkan tren yang positif. Untuk peserta didik di SD negeri dan swasta, capaian kemampuan literasi tahun ini mencapai 88,29 persen, naik 4,36 persen dari tahun 2023 yang sebesar 83,93 persen," kata Bunda Rini.
Selain itu, Bunda Rini menjelaskan, kemampuan numerasi di Surabaya juga mengalami peningkatan signifikan. Dengan capaian pada tahun 2024 sebesar 77,12 persen atau naik 11,5 persen dari tahun 2023 yakni sebesar 65,62 persen.
Ia menyadari bahwa peningkatan literasi dan numerasi merupakan kunci untuk membangun generasi muda yang berkualitas. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun jejaring kemitraan yang kuat dan luas untuk penguatan literasi dan numerasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Mesiwah Pare Gumboh Kembali Digelar, Rayakan Tradisi Panen Dayak Deah di Balangan
“Dengan kolaborasi yang efektif, diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan kondusif, sehingga anak-anak Indonesia dapat belajar dan berkembang secara optimal,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Bunda Rini juga diperkenalkan kepada para praktisi penulis dan pencetak buku. Sebab, buku-buku tersebut tidak hanya diterbitkan begitu saja, namun juga memperhatikan tata bahasa dan pemenuhan kosakata bagi anak-anak.
“Karena mungkin ada sedikit perbedaan antara kosakata anak-anak di daerah dengan di kota besar. Akhirnya kata-kata itu diubah dengan kata-kata yang sudah dikenal oleh anak-anak. Sehingga, ketika kita meluncurkan sebuah program, kita harus melihat apakah anak-anak bisa menerima atau tidak,” ujar dia.
Baca Juga: Pj Bupati Mura Lepas Peserta Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1446 H/ 2024 M
Menurutnya, hal tersebut menjadi masukan yang sangat penting bagi Pemkot Surabaya dan Bunda Paud Kota Surabaya. Ia mencontohkan seperti upaya transisi Paud ke SD yang menyenangkan, anak-anak di tingkat Paud dikenalkan terkait literasi dan numerasi.
“Pak Dirjen menitip pesan bahwa harus kita sentuh anak-anak SD kelas 1 dan 2, melalui penguatan pada guru-gurunya. Sebab, di SD akan mulai belajar membaca huruf dan berhitung,” ungkapnya.
Demikian pula dengan para Bunda Paud di Kota Surabaya, penguatan literasi dan numerasi ini terdapat banyak cara. Salah satunya melalui beberapa buku cerita yang telah diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek RI.
Artikel Terkait
Kesbangpol Aceh Bagikan Bendera Merah Putih Untuk Sekolah dan Warga di Pedalaman Aceh Besar
DPKP Kota Palangka Raya Ingatkan Warga Waspada Hewan Liar
LPDN Wadah Perjuangan Perempuan Dayak di Era Modern
Puskesmas Pembuang Hulu Edukasi PMT Berbahan Lokal Daerah Cegah Stunting
Job Fair Sukses Digelar, Para Pencari Kerja Ditahap Penyaringan Perusahaan
Lomba Khatt Al Quran Tampilkan Keindahan Seni Kaligrafi
Bupati Balangan Resmi Membuka MTQ Nasional XVII di Kecamatan Halong
Pj Bupati Mura Lepas Peserta Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1446 H/ 2024 M
Mesiwah Pare Gumboh Kembali Digelar, Rayakan Tradisi Panen Dayak Deah di Balangan
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Kalsel Programkan Normalisasi Saluran Tersier di Tiga Daerah