Pakar ITB: Galon Polikarbonat Aman dan Ramah Lingkungan

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 09:00 WIB
Galon polikarbonat (PC) dipastikan masih aman digunakan. Foto: Ilustrasi/Istimewa
Galon polikarbonat (PC) dipastikan masih aman digunakan. Foto: Ilustrasi/Istimewa

RIAUMAKMUR.COM – Galon polikarbonat (PC) dipastikan masih aman digunakan. Pakar polimer Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Zainal Abidin, meminta agar masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir mengonsumsi air dari galon isi ulang.

"Air minum dalam galon guna ulang berbahan PC aman untuk dikonsumsi," kata Ahmad Zainal Abidin dalam keterangan tertulisnya yang diterima InfoPublik, Senin (5/8/2024).

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB itu menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan tidak ada satu sampel pun dari galon guna ulang yang diteliti yang mengandung BPA di atas ketentuan maksimum sehingga bisa membahayakan kesehatan manusia.

Baca Juga: Eri Tata Pasar Loak Dupak Jadi Icon Kota Surabaya

Hal itu dia sampaikan menyusul aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang meminta produsen memberikan label potensi mengandung BPA pada galon kemasan PC. Zainal mengatakan bahwa tidak hanya BPA, namun semua zat-zat prekursor seperti ethylene glycol (EG) dan diethylene glycol (DEG) yang digunakan untuk membuat kemasan PET atau galon sekali pakai juga memiliki bahaya serupa.

"Karenanya, kemasan-kemasan itu perlu diawasi secara berkala oleh BPOM," katanya.

Pakar teknologi plastik, Wiyu Wahono, juga mengatakan bahwa kemasan PC masih sangat aman digunakan masyarakat. Dia menegaskan, meski sudah dipakai puluhan tahun, para konsumen galon guna ulang tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apapun.

Baca Juga: Pangkoarmada II Hadiri Pembukaan Latihan Armada Jaya XLII 2024

Pakar yang sudah mempelajari dunia plastik lebih dari 20 tahun ini melanjutkan bahwa galon PC dipilih sebagai kemasan air karena memiliki kekuatan dan lebih ramah lingkungan. Wiyu mengatakan, paparan BPA dalam galon guna ulang juga terus menurun saat dipergunakan kembali.

Wiyu menerangkan, dalam galon PC, paparan BPA yang masuk ke dalam tubuh dikeluarkan sekitar 2 hingga 4 jam melalui urine atau zat sisa. Dosen teknologi plastik di salah satu kampus di Jerman ini melanjutkan, sehingga paparan BPA ke dalam tubuh tidak akan terjadi akumulasi.

"Kalau akumulasi itu artinya menumpuk terus tidak keluar dan ini tidak terjadi. Kalau stibium (antimon, bahan kimia dalam kemasan PET) ini saya tidak tahu, tapi kalau BPA ini yang tidak terjadi akumulasi," katanya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Tanam Cabai dan Bawang Merah Serentak

Dia mengungkapkan, Eropa tidak melarang kemasan PC kecuali yang mengandung BPA melebihi ambang batas aman. Artinya, sambung dia, selama masih di bawah tolerable daily intake (TDI) alias ambang batas aman, masih boleh dipergunakan

"Yang dilarang adalah untuk botol bayi. Itu baru betul dilarang sejak lama," katanya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X