Bappebti Dorong Transformasi Digital Industri PBK

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 16:20 WIB
Plt Kepala Bappebti, Kasan dalam Pembukaan Bulan Literasi PBK 2024 di Hotel Pullman Bandung, Jawa Barat pada Senin (5/8/2024)/ fotoL kemendag
Plt Kepala Bappebti, Kasan dalam Pembukaan Bulan Literasi PBK 2024 di Hotel Pullman Bandung, Jawa Barat pada Senin (5/8/2024)/ fotoL kemendag

Baca Juga: Pemprov Banten Terima Duplikat Bendera Pusaka, Pj Gubernur: Akan Kami Jaga Sebaik-baiknya

Kasan menyatakan, sejumlah tantangan ekonomi dan perdagangan tengah dihadapi, baik di tataran nasional maupun global. Kondisi geopolitik yang belum stabil, perubahan iklim seperti fenomena El Nino dan La Nina, serta adanya kebijakan pengetatan beberapa negara terkait ekspor dan impor. Hal-hal tersebut berpotensi mempengaruhi kinerja perdagangan Indonesia, terganggunya pasokan dalam negeri dan ketidakstabilan harga, terganggunya jalur distribusi, serta tidak efisiennya produktivitas di dalam negeri.

"Namun, kita patut syukuri, neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 50 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020 hingga saat ini. Surplus artinya nilai ekspor lebih besar dibandingkan impor. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada Juni 2024, tercatat surplus USD 2,39 miliar atau turun 18,4 persen dibanding Mei 2024. Total ekspor Indonesia pada Juni 2024 tercatat USD 20,84 miliar atau turun 6,65 persen dibandingkan Mei 2024," ujar Kasan.

Turut hadir dalam acara pembukaan Bulan Literasi PBK 2024 yaitu Staf Ahli Bidang Manajemen dan Tata Kelola, Rusmin Amin serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih. Hadir pula perwakilan kementerian/lembaga antara lain Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polda Jabar, Kejaksaan Tinggi Jabar, dan Dinas Perkebunan Provinsi Jabar. 

Baca Juga: Pemprov Banten Terima Duplikat Bendera Pusaka, Pj Gubernur: Akan Kami Jaga Sebaik-baiknya

Adapun pembukaan dihadiri sekitar 300 peserta yang meliputi pelaku usaha dan asosiasi PBK, asosiasi komoditas, aparat penegak hukum, pemda Jawa Barat, sivitas akademika di Bandung dan sekitarnya, serta media.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng mengapresiasi adanya Bulan Literasi PBK 2024. Ia berharap, agenda peningkatan literasi PBK tidak hanya terhenti di pembukaan, tapi bergulir sepanjang tahun.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang industri pengolahan dan perdagangan. Penting bagi masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan literasi perdagangan, khususnya PBK,” ujar Noneng.

 

Sementara, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK, Tirta Karma Senjaya menyampaikan dalam laporannya, Bulan Literasi PBK kali ini merupakan kali kedua setelah digelar pada tahun lalu. Acara ini digelar Bappebti bersama Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) dan organisasi regulator mandiri (self-regulatory organization/SRO) industri PBK.

"Memasuki penyelenggaraan tahun ke-2, tujuan Bulan Literasi PBK adalah menguatkan perlindungan masyarakat sebagai nasabah PBK melalui penguatan literasi yang baik dan benar. Selain itu, mendorong peningkatan transaksi multilateral PBK untuk komoditas strategis Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengurangi aduan dan perselisihan di bidang PBK," ujar Tirta.

Dialog menghadirkan narasumber Tirta Karma Senjaya, Direktur Utama Bursa Berjangka Stephanus Paulus Lumintang, Ketua Umum ASPEBTINDO Udi Margo Utomo, Direktur Utama Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia Fajar Wibhiyadi, serta praktisi PBK Ryan Filbert. Bertindak sebagai moderator Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita.

 

“Sesuai arahan Menteri Perdagangan, Bappebti diharapkan menjadi pembentuk harga rujukan komoditas strategis Indonesia. Tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin kita mampu jika seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi,” jelas Olvy.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan selama Bulan Literasi PBK 2024 yaitu seminar, gelar wicara (talk show), siniar (podcast), sosialisasi Trading Goes to Campus, dan Market Update. Adapun kota pelaksanaan meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Batam, Manado dan Pontianak dengan target peserta sebanyak 1,5 juta orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X