Anak Butuh Intervensi Lengkap Sejak Dalam Kandungan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 21:05 WIB
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti di Jakarta, Rabu (28/8/2024). (Foto: RRI/Fitratun Komariah)
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti di Jakarta, Rabu (28/8/2024). (Foto: RRI/Fitratun Komariah)

RIAUMAKMUR.COM - Pada usia 0-6 tahun otak anak sudah terbantuk 90 persen, itu artinya kebutuhan anak pada tahap ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembannya kelak.

Pemerintah menekankan anak membutuhkan intervensi lengkap sejak dalam kandungan, mulai dari pemenuhan gizi dan kesehatan hingga pendidikan

"Pola pengasuhan sebetulnya bukan hanya ketika anak lahir, tapi juga saat dalam kandungan. Anak perlu diberikan gizi serta stimulus-stimulus," kata Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Baca Juga: KPK Sita Dokumen dari Rumah Bupati Situbondo

Woro menjelaskan banyak yang salah persepsi mengenai layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Orangtua dan guru menganggap bahwa PAUD HI hanya berhubungan dengan pendidikan.

Padahal, PAUD HI berhubungan dengan segala bentuk tumbuh kembang anak sejak usia 0-6 tahun. Menurutnya, intervensi lengkap yang mesti diberikan kepada anak mulai dari gizi, kesehatan, perkembangan otak, perlindungan, pengasuhan, hingga pendidikan. 

Semua intervensi itu harus berjalan secara holistik dalam tumbuh kembang anak. Perkembangan dimulai sejak masih dalam janin. 

Baca Juga: Tenun Ulap Doyo Turut Ramaikan Pameran Kriyanusa

Janin harus diberi asupan gizi, karena berhubungan dengan perkembangan otak ke depannya. Karena perkembangan otak ini akan berpengaruh pada kesehatan, emosi, serta tingkat kecerdasan anak.

"Imunisasi dasar lengkap saja minimal harus. Karena menjadi daya tahan tubuh mereka, termasuk nanti ketika bicara fisik dan motorik," kata dia.

Senada dengan Woro, Wakil Rektor II UPN Veteran Jakarta, Netti Herawati menyoroti belum semu orangtua memahami hal ini. Bahwa seorang anak butuh intervensi lengkap dalam tumbuh kembangnya, baik dari orangtua, lingkungan hingga ketika berada di sekolah. 

Baca Juga: Polisi Pasang Puluhan Unit CCTV Pantau PON 2024

“Belum semua orang memahami bahwa anak itu butuh intervensi lengkap. Pendidikan yang diberikan tanpa gizi, itu enggak diproses di otak,” kata Netti. 

“Jadi saya menyebutnya pendidikan penting. Tapi pintu untuk masuknya stimulasi itu adalah gizi kesehatan, yang pertama, yang kedua pengasuhan,” ujarnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X