Presiden Jelaskan Arti 'Datang Ramai-ramai, Ditinggal Ramai-ramai'

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 22:05 WIB
Presiden Joko Widodo ketika memberi keterangan di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024). (Foto: Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo ketika memberi keterangan di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024). (Foto: Biro Pers Setpres

RIAUMAKMUR.COM - Presiden Joko Widodo memberi penjelasan mengenai maksud omongannya ketika menghadiri Kongres Nasdem beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden mengatakan, "datang ramai-ramai, dan ditinggal ramai-ramai". 

Menurut Presiden, maksudnya adalah berkaitan dengan kegotongroyongan masyarakat. Karena kegotongroyongan ini menurut Presiden sangat diperlukan. 

"Begini, jadi datang ramai-ramai, ya kan, perginya juga ramai-ramai. Jangan kalau ada senang ramai-ramai, tetapi begitu ada banyak masalah, tidak ramai-ramai, semuanya mesti gotong-royong," ujar Presiden di Tasikmalaya, Kamis (29/8/2024). 

Baca Juga: Dorong Kreativitas, Dispar Padang Gelar Pelatihan Musik untuk Pelaku Ekraf

Sebelumnya, Presiden sempat mengatakan tentang datang ramai-ramai dan ditinggal ramai-ramai. Namun, menurutnya, hal itu tidak dengan Ketum Nasdem Surya Paloh. 

"Biasanya datang ramai-ramai, terakhir begitu mau pergi, ditinggal ramai-ramai. Tapi saya yakin, itu tidak dengan Bapak Surya Paloh, tidak dengan Nasdem," ucap Presiden. 

Presiden di Kongres III Nasdem itu mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi Surya Paloh dan Nasdem. Karena Paloh dan Nasdem sudah mendukung penuh dan mengawal pemerintah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X