RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (Fikom Umri), Rabu (28/8/2024) menggelar kuliah umum bertajuk Menghadapi Disrupsi Media: Tantangan dan Peluang Lulusan Ilmu Komunikasi. Kegiatan itu dilaksanakan di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Narasumber yang dihadirkan adalah akademisi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dr Muhammad Sulhan SIP MSi yang juga Sekretaris Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAM SPAK) dengan moderator Eka Putra ST MSc PhD.
Hadir dalam kegiatan itu Dekan Fikom Umri Jayus SSos MIKom, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fitria Mayasari MA, Sekteraris Program Studi Khusnul Hanafi SIKom MSoc Sc, belasan Dosen serta 200 orang mahasiswa.
Dalam sambutannya Dekan Fikom Umri Jayus SSos MIKom mengatakan bahwa Disrupsi media mengakibatkan perubahan besar dalam industri media. Karenanya kelak kika telah tamat, para lulusan Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi ini. Ia juga mengatakan bahwa disurupsi media adalah sebuah keniscayaan.
“Telah terjadi banyak perubahan dalam industri media. Bebeapa pekerjaan tidak lagi menggunakan tenaga manusia. Karenanya kita semua harus adaptif dengan kondisi ini. Karena memang disrupsi media adalah keniscayaan. Suka atau pun tidak, ini akan terus terjadi," ujarnya.
Sementara itu narasumber Dr Muhammad Sulhan SIP MSi diantara paparan materinya mengatakan banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh tamatan komunikasi menjadi hilang. Namun meski demikian, masih banyak aspek pekerjaan yang sifatnya insaniah yang tidak dapat dikerjakan oleh mesin atau robot.
“Disrupsi media adalah sebuah keniscayaan, mau tidak mau, suka tidak suka hal ini terjadi. Banyak pekerjaan yang semestinya dilakukan para tamatan ilmu komunikasi menjadi hilang. Namun tidak semuanya bisa dilakukan, masih banyak pekerjaan yang memang dari pemikiran dan hati manusia,” bebernya.
Sulhan juga mengatakan bahwa mulai sejak Ilmu Komunikasi ditetapkan sebagai sebuah pilihan di awal kuliah, para mahasiswa harus sudah membuat mapping dalam dirinya mau menjadi apa nantinya sehingga lebih fokus. Selain itu juga membaur dengan mahasiswa lain yang berbeda disiplin atau pilihan prodinya.
“Sejak Ilmu Komunikasi ditetapkan sebagai sebuah pilihan di awal kuliah, para mahasiswa harus sudah membuat mapping dalam dirinya mau menjadi apa nantinya. Adalah sebuah masalah jika mahasiswa tidak tahu mau menjadi apa. Nah, agar lebih konferehensif hendaknya bergaul dengan mahasiswa lain yang berbeda disiplin atau pilihan prodinya misalkan kedokteran atau eksakta,” bebernya lagi.
Sesi kuliah umum yang dilaksanakan dari pukul 14.00-16.00 Wib itu ditutup dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa antusias menyampaikan pertanyaan kepada narasumber.***
Artikel Terkait
Teddy - Marjito Siapkan Program Unggulan Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Masyarakat OKU
Sentra Keadilan Indonesia dan IICT Mulai Pelatihan Mediator Profesional, Fokus Keadilan Restoratif
Mahasiswa KKN Internasional Univrab Praktek Pembuatan Jamu Herbal di SMKN 1 Merbau
Comeback Stage Pertama LE SSERAFIM 'CRAZY' di Music Bank Tuai Sorotan, Netizen Perdebatkan Apakah Lagunya Bagus Atau Malah yang Terburuk?
Inilah Alasan Mengapa Drama Zhang Wanyi dan Wang Churan 'Are You The One' Dapat Rating Tinggi di Douban
LDII Siap Menangkan Abdul Wahid - SF Hariyanto Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau
Setelah GSSB, Edy Natar Nasution Jalani MCU di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Mahasiswa KKN Univrab 2024 Sosialisasi Bullying di SMA IT Alfikri
Mahasiswa KKN Univrab Kelompk 20 Ikut Serta Pada HUt Kemerdekaan RT 03 RW 08 Umbansari
Masyarakat Antusias Ikuti Cek Kesehatan Mahasiswa KKN Univrab di Kelurahan Umbansari