Rupiah Berpeluang Menguat setelah Rilis Data Ketenagakerjaan AS

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 6 September 2024 | 14:55 WIB
Seorang petugas menghitung uang dolar AS dan rupiah di sebuah gerai penukaran valas (Foto: Dokumentasi/Antara/Reno Esnir).
Seorang petugas menghitung uang dolar AS dan rupiah di sebuah gerai penukaran valas (Foto: Dokumentasi/Antara/Reno Esnir).

RIAUMAKMUR.COM - Rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS di akhir pekan ini. Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, peluang pembuatan rupiah ada setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

"Rupiah masih berpeluang menguat hari ini terhadap dolar AS. Setelah semalam data beberapa tenaga kerja AS tidak menunjukkan hasil yang solid," katanya, Jumat (6/9/2024).

Rupiah telah menguat 0,51 persen atau 78,5 poin. Posisi rupiah pun berada pada Rp15.401 per dolar AS, di penutupan perdagangan Kamis pekan ini. 

Baca Juga: Menkes Budi Apresiasi Muhammadiyah, Dukung Pembukaan Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta

Ia menambahkan, data dari Automatic Daya Processing (ADP) tenaga kerja non-pertanian (Non-Farm Payrolls) menunjukkan kenaikan, tetapi di bawah perkiraan. Sementara, proyeksi pasar untuk bulan Agustus 2024 sebesar 144 ribu, realisasinya hanya 99 ribu.

Data ADP Non-Farm Payrolls merupakan data penambahan tenaga kerja yang disurvei pihak swasta ADP. Data tenaga kerja AS yang tidak solid ini membuka peluang pemangkasan suku bunga yang lebih besar tahun ini.

Ariston melanjutkan, pelaku pasar masih menantikan data tenaga kerja AS yang akan dirilis pihak pemerintah malam ini. Yaitu data Non-Farm Payrolls, data tingkat pengangguran, dan data kenaikan rata-rata upah per jam.

Baca Juga: Pemkot Dumai Raih Dana Insentif Rp5,8 Miliar untuk Penurunan Stunting

"Bila data-data tersebut sejalan, pekan depan rupiah bisa menguat lagi. Sedangkan mata uang dolar AS kemungkinan melemah," ucap Ariston.

Dia memperkirakan, peluang penguatan rupiah hari ini ke arah Rp15.380. Adapun potensi resisten di kisaran Rp15.450 per dolar AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X