RIAUMAKMUR.COM - Penetapan Maluku Tenggara (Malra) sebagai lokasi modeling budidaya rumput laut memberikan peluang pelaksanaan pembangunan perikanan berbasis ekonomi biru, yaitu pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor dengan komoditas unggulan rumput laut.
“Melalui modeling budidaya rumput laut berbasis kawasan ini, nantinya akan menjadikan masyarakat pesisir menjadi masyarakat yang produktif,”kata Penjabat Bupati Maluku Tenggara Jasmono di Langgur, Sabtu (7/9/2024).
Malra sangat mendukung program modeling budidaya rumput laut yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Lebih dari 10 Ribu Orang Meriahkan Naval Base Open Day 2024 Koarmada II
Pemerintah daerah sedang menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengimplementasikan program modeling tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembudidaya rumput laut di Maluku Tenggara, terutama kebutuhan bibit.
Dia menambahkan Pemda Malra dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama sebagai upaya pengembangan ekonomi daerah melalui sektor perikanan pada 2 September 2024.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya,Tb.Haeru Rahayu mewakili KKP, sedangkan dirinya mewakili Pemerintah Kabupaten Malra.
Baca Juga: Menang 3-1, Begini Kata Pelatih PSPS Pekanbaru
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono atas atensinya kepada Maluku Tenggara yang dipercaya dan dipilih untuk mengembangkan program modeling budidaya rumput laut,”ujar Jasmono.
Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Joko Widodo,memilih Maluku Tenggara sebagai salah satu kawasan percontohan atau modeling terutama di kawasan Indonesia Timur, karena Malra merupakan salah satu daerah pemilik potensi budidaya rumput laut untuk dikembangkan.
Data Dinas Perikanan mengungkapkan, di Malra tersedia luas lahan potensial budidaya rumput laut sebesar 8,6 ribu hektar namun yang baru dimanfaatkan sekitar 9,7 persen saja.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Bungkam Persikabo 3-1
Jumlah pembudidaya sebanyak 2,2 ribu orang yang menggeluti budidaya rumput laut.
Selanjutnya, KKP hadir melalui program modeling budidaya rumput laut untuk mendorong geliat budidaya rumput laut di Malra.
“rumput laut terbaik di dunia itu salah satunya berasal dari Provinsi Maluku, sedangkan rumput laut terbaik di Maluku berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara,”imbuhnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Dumai: Pentingnya Pendidikan Adab bagi Anak
Pj.Bupati Mura Hadiri Penyalaan Pertama Program Bantuan Pasang Baru Listrik
Pemerintah Dukung Pengolahan Produk Mentah Menjadi Barang Jadi untuk Ekspor
Ceramah di Sesko TNI: AHY Tekankan Pentingnya Pengaturan Tanah dan Tata Ruang
FHBN 2024, Penguat Identitas Budaya di IKN dan Kawasan Penyangga
Momen Kapolres Kampar Borong Dagangan di Lokasi Jalan Longsor
Perdana Dibuka, 232 Calon Mahasiswa Daftar Masuk Fakultas Kedokteran UMRI, Mayoritas Anak Riau
PSPS Pekanbaru Bungkam Persikabo 3-1
Menang 3-1, Begini Kata Pelatih PSPS Pekanbaru
Lebih dari 10 Ribu Orang Meriahkan Naval Base Open Day 2024 Koarmada II