RIAUMAKMUR.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Riau mengadakan pertemuan pemangku kepentingan tingkat Provinsi Riau untuk membahas program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Pertemuan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menyatakan bahwa perpustakaan memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan dan membaca buku, melainkan juga pusat literasi digital serta pemberdayaan ekonomi dan sosial.
"Provinsi Riau telah menjalankan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sejak 2018. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran perpustakaan dalam masyarakat," ujar Zulkifli di Hotel Grand Zuri, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Rabu (18/9/2024).
Baca Juga: Asisten III Dumai Lantik Pengurus Baru Hipebaja, Prioritaskan Vendor Lokal untuk Bersaing!
Sejak program ini diluncurkan, sebanyak 356 perpustakaan desa dan kelurahan di Riau telah terintegrasi dengan program tersebut. Namun, dari 1850 desa dan kelurahan di Riau, angka tersebut baru mencakup 19,08 persen.
"Artinya, masih ada sekitar 80 persen desa dan kelurahan yang belum terjangkau program ini. Ini adalah tantangan besar bagi kita semua untuk memperluas jangkauan program ini agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa-desa lainnya," tambah Zulkifli.
Ia juga menekankan bahwa program transformasi perpustakaan ini bukan hanya tentang meningkatkan jumlah perpustakaan, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan Indonesia menuju 2045. Zulkifli mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam mempercepat implementasi program ini di desa-desa yang belum terjangkau.
Baca Juga: Program Insentif Pajak Dumai: Dapatkan Diskon dan Penghapusan Denda Sebelum 30 Desember
"Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada semangat dan dedikasi para pengelola perpustakaan. Mereka adalah ujung tombak yang perlu terus didukung," katanya.
Zulkifli juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk memastikan perpustakaan terus berinovasi dan menjadi agen perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa dengan semangat gotong royong dan kerja keras, kita akan mencapai tujuan besar ini. Mari kita wujudkan perpustakaan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," tutupnya.
Artikel Terkait
Penuhi Standar Mutu Pelayanan Kesehatan, UDD PMI Tuban Raih Sertifikat Akreditasi Paripurna
Empat Paslon Gubernur dan Wagub Dinyatakan Asli Orang Papua, MRPS Serahkan Dokumen Keaslian ke KPU Papua Selatan
RSGM Gusti Hasan Aman Buka Pelayanan Gigi Gratis di Expo 2024
Perluas Peluang Studi ke Jepang, ITS Punya Kantor Study in Japan
UPT LKD Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Ketenagakerjaan
Tampil Perdana di PON Arung Jeram Jatim Raih Dua Perak
Laga Seru Wakil Indonesia di Babak Kedua China Open 2024, Ginting dan Daniel/Fikri Sama-Sama Ditantang Unggulan Tuan Rumah
Meningkatkan Kemandirian! 416 Lansia dan Disabilitas Diberikan Bantuan
Program Insentif Pajak Dumai: Dapatkan Diskon dan Penghapusan Denda Sebelum 30 Desember
Asisten III Dumai Lantik Pengurus Baru Hipebaja, Prioritaskan Vendor Lokal untuk Bersaing!