Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Buah, Kelompok Tani Siak Untung Rp200 Juta dari Panen Semangka

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 21:18 WIB
Kelompok tani Maju Bersama dalam memanfaatkan lahan kosong dengan budidaya buah semangka membuahkan hasil yang maksimal.
Kelompok tani Maju Bersama dalam memanfaatkan lahan kosong dengan budidaya buah semangka membuahkan hasil yang maksimal.

RIAUMAKMUR.COM - Keberhasilan kelompok tani Maju Bersama dalam mengelola lahan kosong untuk budidaya semangka kini telah membuahkan hasil yang memuaskan.

Mereka berhasil memetik panen perdana di kebun semangka seluas 4 hektare, yang berlokasi di depan Kantor Bupati Siak, Kecamatan Mempura.

Wangsa, Ketua kelompok tani Maju Bersama, menjelaskan bahwa lahan yang mereka gunakan merupakan lahan pinjaman dari pemerintah daerah. Sebelumnya, lahan tersebut tidak dimanfaatkan, namun kini dikelola secara mandiri oleh kelompoknya.

Baca Juga: Dapat Pinjaman KUR BRI, Warga Pekanbaru Sukses Kembangkan Kebun Sayur dan Rambah Usaha Sawit

"Ini adalah lahan seluas sekitar 4 hektare yang kami kelola secara mandiri. Kami memilih menanam semangka karena pertumbuhannya relatif cepat, hanya membutuhkan 55 hari sejak masa tanam hingga panen. Hari ini kami memanen perdana," ungkap Wangsa pada Rabu (2/10/2024).

Dari hasil panen perdana ini, Wangsa memperkirakan kelompoknya akan menghasilkan sekitar 50 ton semangka.

Ia juga mengungkapkan rencana untuk melakukan hingga enam kali panen dalam setahun, jika kondisi cuaca dan tanah tetap mendukung, dengan perkiraan hasil total mencapai 300 ton semangka per tahun.

"Jika semua berjalan lancar, kami dapat memanen hingga enam kali dalam setahun dengan total sekitar 300 ton semangka. Kami optimistis bisa mencapai target tersebut," tambah Wangsa.

Semangka yang ditanam oleh kelompok Maju Bersama merupakan varietas non-biji dengan merek Amara, hasil persilangan dengan varietas Inul Inden.

Baca Juga: AR Vape Store di Batam Kepri Berkembang Pesat Berkat KUR BRK Syariah

Wangsa memperkirakan keuntungan dari panen perdana ini bisa mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta, tergantung harga pasar yang saat ini berkisar Rp5.000 per kilogram.

"Dengan harga jual semangka yang mencapai Rp5.000 per kilogram, kami berharap bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp200 juta. Semangka hasil panen ini sudah kami pasarkan ke berbagai daerah, seperti Medan, Batam, Pekanbaru, hingga pasar induk di Jakarta," ujarnya.

Keberhasilan kelompok tani ini membuktikan bahwa pemanfaatan lahan kosong dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Wangsa berharap agar pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan, terutama dalam hal penyediaan lahan yang bisa dikelola oleh kelompok tani lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X