Mentan Minta Kelembagaan Petani Millenial Diperkuat di Merauke

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Senin, 14 Oktober 2024 | 15:00 WIB
Foto: Humas Kementan
Foto: Humas Kementan

RIAUMAKMUR.COM - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menyebutkan, terdapat tiga instrumen untuk menggerakkan perekonomian Indonesia menuju Indonesia emas, yakni kaum millenial produktif, sumberdaya lahan dan penggunaan teknologi.

Mentan Amran menyatakan, kaum millenial memiliki potensi besar untuk membawa inovasi dalam pertanian. "Kita perlu melibatkan kaum millenial dalam proses produksi pertanian agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dan kreatif," ujarnya ketika melakukan kunjungan kerja di Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik Kabupaten Merauke, Minggu (13/10/2024).

"Anak muda sekarang tidak akan turun ke pertanian kalau tidak menguntungan, tidak akan turun ke lahan kalau tidak menggunakan teknologi, untuk itu pemerintah menyiapkan anggaran 68 Trilyun untuk pertanian" tegasnya.

Baca Juga: Dispar Kalsel Apresiasi Baayun Maulid Di TMII Jakarta

Selanjutnya, Menteri Amran menggarisbawahi pentingnya pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan dengan pembentukan brigade dari kaum millenial untuk mengolah lahan.

"Satu brigade dengan 15 orang millenial untuk mengolah 200 hektar, disiapkan combine harvester, traktor, dan penunjang produksi lainnya, dengan nilai investasi 3 milyar lebih" sebutnya.

Di sisi lain, penggunaan teknologi modern menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Amran menyoroti inisiatif transformasi sosial dan transformasi teknologi modern.

Baca Juga: BNPB RI Serahkan Bantuan Operasional Rp200 Juta untuk Penanganan Banjir Bandang di Aceh Tengah

"Di sini (Merauke) menjadi pusat pertanian termodern dunia, kita akan sejajar dengan Amerika, Jepang, dan lainnya, dan yang menjadi pelopor adalah kalian (kaum millenial)," imbuhnya.

Kemudian Mentan Amran menyoroti kesempatan usaha pertanian dengan aspek hasil usaha pertanian di lahan dengan hasil 70 - 30 persen, dimana 70 persen merupakan hasil yang dapat digapai oleh para millenial dan hasil 30 persen dari pemilik lahan.

"Targetnya perbulan, para millenial yang turun ke lahan kita sudah hitung akan mendapatkan 70 persen, pendapatan sekitar 20 juta, di atas gaji Menteri" sebutnya.

Baca Juga: Pemkab Aceh Tengah Dukung Penuh Pengembangan Ekonomi Melalui Komunitas TDA

Di tengah sambutan kepada para masyarakat yang hadir, Mentan Amran menarik salah seorang petani, Petrus Awi, yang mengusahakan jasa combine harvester sebagai contoh petani milenial berhasil.

"Dalam satu hari, panen empat hektar, dia (Petrus) dapat 6 juta. Kalau di kali dengan satu bulan, akan mendapatkan 180 juta. Saya ingin Petrus lainnya dari masyarakat lokal di sini" harapnya.

Sementara itu, Mario Bendokbiran, petani millenial asli daerah Merauke saat ini mengolah optimalisasi lahan sebanyak 6 hektar, dari 50 hektar yang dimiliki dari program optimalisasi lahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X