RIAUMAKMUR.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil menciptakan inovasi baru dalam pengelolaan sampah plastik dengan mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk masalah sampah plastik yang semakin meningkat.
Dalam keterangan resmi yang dirilis di situs brin.go.id pada Rabu (23/10/2024), BRIN bekerja sama dengan Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara dan Bank Sampah Banjarnegara (BSB) dalam mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar yang diberi nama PETASOL.
Baca Juga: Disdikbud Mura Gelar Pelatihan untuk Guru Penggerak
Bahan bakar PETASOL dihasilkan melalui proses pirolisis dan telah diuji, memenuhi standar kualitas bahan bakar setara minyak solar.
Inovasi ini menggunakan teknologi Fast Pyrolysis (FASPOL), yang terbukti efektif mengubah sampah plastik menjadi energi terbarukan.
Keberhasilan teknologi ini tidak hanya berkontribusi dalam mengatasi masalah sampah plastik, tetapi juga membuka peluang baru bagi penyediaan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Upaya Sinergi Pengendalian Inflasi Kalimantan Melalui Rapat Koordinasi Wilayah TPID 2024
Pengembangan teknologi ini dilakukan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang memiliki luas wilayah 106.970,997 hektar dan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.
Dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan pola konsumsi yang berubah, Banjarnegara dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola sampah, terutama sampah plastik. Inovasi ini hadir sebagai solusi untuk memitigasi masalah tersebut sekaligus menciptakan nilai tambah melalui energi terbarukan.
Pada 12 Oktober 2024, kunjungan dilakukan ke Bank Sampah Banjarnegara untuk memantau kemajuan penelitian ini. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (SPBPDH) BRIN, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Baca Juga: Kapolres Inhil Sebut Surat Suara Aman, Tapi Satu Boks Tinta Rusak
Teknologi Fast Pyrolysis yang dikembangkan oleh BRIN memungkinkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar berkualitas tinggi yang setara dengan minyak solar. Inovasi ini telah menghasilkan sejumlah paten, termasuk untuk mesin pirolisis dan katalis yang digunakan, serta hak cipta untuk dataset Life Cycle Inventory dalam produksi bahan bakar cair dari sampah plastik.
Menurut Kepala PR SPBPDH, Nugroho Adi Sasongko, kolaborasi ini telah membuahkan hasil berupa beberapa paten penting yang mendukung pengembangan lebih lanjut teknologi pengolahan sampah ini.
"Dari hasil kolaborasi ini, kami telah mendaftarkan paten untuk mesin pirolisis dan katalisnya, serta hak cipta untuk dataset Life Cycle Inventory produksi bahan bakar cair dari sampah plastik," ungkap Nugroho.
Artikel Terkait
Sinopsis Drama Keluarga dan Romansa 'Romance in the Alley' Tayang 28 Oktober
Ribuan Berkas PPPK Pemprov Riau Sedang Diverifikasi, Cek Hasilnya Bakal Diumumkan
Kapolres Inhil Sebut Surat Suara Aman, Tapi Satu Boks Tinta Rusak
Upaya Sinergi Pengendalian Inflasi Kalimantan Melalui Rapat Koordinasi Wilayah TPID 2024
Disdikbud Mura Gelar Pelatihan untuk Guru Penggerak
Kisah Romansa Xu Kai dan Tian Xiwei di Moonlit Reunion Terungkap! Pemburu Siluman yang Jatuh Cinta Pada Buruannya
Pjs Bupati: Tunjukkan Sambas Lebih Hebat, Kemenangan Jangan Jadi Beban
Whiplash vs Cherish (My Love), Knetz Pilih Lagu Baru aespa Atau ILLIT yang Paling Mereka Sukai
Realme Pad 2 Lite Bawa Layar 90Hz dan Chipset Helio G99, Siap Saingi Tablet Mahal, Hanya Rp2 Jutaan
Siklon Tropis Trami Picu Suhu Panas Tinggi di Riau, Apa yang Terjadi?