RIAUMAKMUR.COM - Puslatbang KHAN LAN Aceh mengadakan webinar terkait Urgensi Percepatan Migrasi ke Identitas Kependudukan Digital (IKD), Selasa (29/10/2024).
Kepala Puslatbang KHAN LAN RI Perwakilan Aceh, Said Fadhil dalam sambutannya mengatakan bahwa Migrasi E-KTP ke IKD bukan hanya sekadar perubahan sistem, melainkan merupakan langkah besar menuju peningkatan keamanan data, kemudahan akses, serta integrasi layanan publik yang lebih baik.
"Sistem ini menawarkan keamanan yang lebih baik dengan teknologi enkripsi, meningkatkan efisiensi administrasi, serta membuka peluang integrasi layanan antara pemerintah dan sektor swasta," jelasnya.
Baca Juga: Lampaui Target Nasional PIN Polio Dosis 1 dan 2, Provinsi Gorontalo Raih Penghargaan
Namun, lanjutnya, disadari bahwa proses migrasi ini menghadapi tantangan, seperti infrastruktur teknologi yang perlu ditingkatkan, kesadaran masyarakat yang perlu diperkuat, dan regulasi yang harus dioptimalkan.
Analis Kebijakan Puslatbang KHAN LAN RI Perwakilan Aceh, Mirza Sahputra mengatakan bahwa, dari saat ini hanya sekitar 10 juta penduduk Indonesia yang telah beralih ke IKD dari total 280 juta.
Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam hal percepatan migrasi dari E-KTP ke IKD. Adapun rekomendasi kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah antara lain Kementerian Dalam Negeri membuat surat edaran kepada pemerintah daerah dalam hal percepatan digital layanan kependudukan, Kementerian Komunikasi dan informasi harus memperkuat infrastruktur Digital dan SDM terkait transformasi digital.
Baca Juga: TNI dan BPBD Aceh Selatan Bantu Warga Trumon Pulihkan Kehidupan pasca-Banjir
Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Aceh, Teuku Syarbaini juga mengatakan bahwa, bahwa IKD akan menjadi identitas resmi digital yang dapat diakses melalui aplikasi pada gawai pengguna, baik di sistem Android maupun iOS.
"Transformasi IKD bertujuan memberikan keabsahan identitas, perlindungan hak sipil, serta menyediakan data kependudukan yang akurat dan terkini," ujarnya.
Selanjutnya Kepala Dinas Kependududkan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh Emila Sovayana mengungkapkan beberapa strategi yang meliputi sosialisasi berkelanjutan di tingkat gampong, kecamatan, sekolah, universitas, serta instansi dan lembaga terkait.
Baca Juga: Sembilan Gampong di Kota Banda Aceh Ikut Presentasi Lomba Gampong Sehat
Disdukcapil juga menyediakan loket khusus aktivasi IKD di beberapa titik layanan, termasuk di Mall Pelayanan Publik (MPP), untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivasi.
Kegiatan webinar tersebut juga dihadiri oleh jabatan fungsional tertentu, unsur pemerintah, LSM dan Masyarakat umum.
Artikel Terkait
Bagaikan Konsep Segar di Era KPop Sekarang, Rap Anggota BABYMONSTER di Lagu Clik Clak Banjir Pujian Netizen Korea
STAYC Kembali Ceria di MV GPT, Lagunya Kali Ini Tuai Respon Positif
Dir Reskrimsus Polda Riau Awasi Ketat Harga Bahan Pokok Jelang Pilkada
Jalan Longsor di Inhil Telah Fungsional, Diperkuat Sebelum Diaspal
Satu Data Indonesia: Pemkot Padang Fokus Tingkatkan Keterampilan OPD Kelola Data
Sembilan Gampong di Kota Banda Aceh Ikut Presentasi Lomba Gampong Sehat
Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-73 Tahun, Polres Gayo Lues Sumbang 36 kantong Darah
TNI dan BPBD Aceh Selatan Bantu Warga Trumon Pulihkan Kehidupan pasca-Banjir
Wujudkan Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah, Pemkab Sleman Canangkan Inovasi SERABI 2024
Lampaui Target Nasional PIN Polio Dosis 1 dan 2, Provinsi Gorontalo Raih Penghargaan