RIAUMAKMUR.COM - Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Riau, Zuliana Rahman Hadi mengatakan, semua anak yang dilahirkan tidaklah sama dengan anak yang lain.
Untuk itu, Ia meminta kepada para orang tua untuk berperan aktif dalam memfasilitasi anak yang sedang tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.
"Perkembangan anak didasarkan dengan minat dan bakatnya, karena anak adalah individu unik dnegan khas mereka sendiri, anak tidak dilahirkan sama dengan anak lain," terangnya saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas pelaksanan program percepatan penurunan stunting bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB).
Zuliana lanjutkan, BKB merupakan wadah kegiatan bagi keluarga yang memiliki anak di bawah 5 tahun. Hal ini berfungsi besar dalam meningnkatkan keterampilan orang tua yang terdiri dari ayah, ibu, dan anggota keluarga lainnya.
"Untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang anak tentunya diperlukan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, dan moral dalam wujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas," ucapnya di Hotel Grand Central Pekanbaru, Senin (4/11/2024).
"Orang tua punya tanggung jawab menjalankan fungsi pengasuhan anak, membesarkan, membimbing, mendidik anak menjauh dari hal-hal yang merugikan bagi mereka," imbuhnya.
Baca Juga: RUPS Kementerian BUMN Putuskan Pergantian Direksi dan Komisaris Pertamina
Guna menjalankan hal tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan kelas pengasuhan yang dinamakan dengan Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT).
Kelas ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan orang tua dan para Pengelola Kegiatan BKB (PKB/PLKB dan Kader) dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.
Kepala Perwakilan BKKBN Riau Mardalena Wati Yulia katakan, BKKBN tidak hanya bertugas untuk pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana saja. Namun, mereka juga membantu membina kesejahteraan keluarga dengan menjaga kualitas perkembangan dan pengasuhan anak.
Baca Juga: Delegasi Polbeng Ikuti Workshop Medical First Responder KSR PMI UIN Suska Riau, Ini Manfaatnya
"Kelas Orang Tua Hebat atau KERABAT ini diikuti oleh 473 peserta dari Kader BKB, pengelola di Kabupaten/Kota, dan masyarakat se-Provinsi Riau dengan narasumber berkualitas," terangnya.
Mardalena harap, peserta yang mengikuti kelas tersebut dapat memahami pengelolaan dan cara pengasuhan anak yang tepat. Tentunya sebagai salah satu cara sukseskan program prioritas nasional wujudkan generasi emas. ***
Artikel Terkait
Jadwal Konser Guyon Waton November 2024 di Berbagai Kota
Warga Sialang Munggu Berbondong-Bondong Dukung Abdul Wahid - SF Hariyanto, Jalan Mulus Jadi Bukti
Butuh Perubahan! Warga Kampar Kiri Hulu Pilih Nomor 1 Abdul Wahid - SF Hariyanto untuk Masa Depan Lebih Baik
Elektro Talkshow Himatro Polbeng Bahas Eksplorasi Distribusi Listrik untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Are You The One vs The Rise of Ning, Manakah Drama dan Kemistri Terbaik Zhang Wanyi Tahun Ini?
ASN BENGKALIS (TIDAK) MERDEKA* Lips Service versus "Faktanya"
Delegasi Polbeng Ikuti Workshop Medical First Responder KSR PMI UIN Suska Riau, Ini Manfaatnya
Pengusaha Muda Titipkan Kemajuan Riau ke Abdul Wahid - SF Hariyanto
RUPS Kementerian BUMN Putuskan Pergantian Direksi dan Komisaris Pertamina
Tampil Maksimal di Debat Pilkada Bengkalis, Gagasan Perubahan SANDI Mewakili Keresahan Masyarakat, Bukan "Katanya-Katanya"