Dijelaskan, wisman yang masuk melalui pintu imigrasi utama didominasi oleh moda angkutan udara dengan kontribusi 56,10 persen, sedangkan angkutan laut berkontribusi sebesar 43,90 persen.
Secara rinci, Asep menyebutkan bahwa Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi pintu masuk utama moda udara dengan kunjungan terbanyak, yaitu 2.598 kunjungan, naik 53,28 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi kebangsaan, wisman asal Malaysia mendominasi dengan jumlah kunjungan 11,68 ribu orang (31,90 persen). Posisi berikutnya ditempati oleh wisman dari Belanda sebanyak 5,96 ribu (16,28 persen), Singapura 3,65 ribu (9,98 persen). Kemudian, Tiongkok 2,37 ribu (6,47 persen), dan Filipina 2,10 ribu (5,74 persen).
Lalu, kunjungan wisman asal Taiwan dengan persentase 46,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya, disusul Korea Selatan dengan penurunan 46,39 persen, dan Jepang 43,41 persen.
Namun, beberapa negara menunjukkan peningkatan, termasuk wisman asal Australia yang naik hingga 91,94 persen, disusul Amerika Serikat yang naik 19,59 persen, India 0,95 persen, dan Inggris 0,56 persen.
Baca Juga: BI, BPS dan DJPb Riau Rilis Indikantor Makroekonomi
Menanggapi data tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, menyambut positif tren peningkatan kunjungan wisman ke Riau.
"Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata Riau semakin dikenal di kancah internasional," ungkap Roni.
Roni mengakui adanya penurunan kunjungan wisman pada bulan September, namun ia meyakini ini merupakan fluktuasi yang wajar. "Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Riau," ujarnya.
Roni mengungkapkan, bahwa beberapa faktor telah berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisman ke Riau, seperti promosi wisata yang gencar, perbaikan infrastruktur pariwisata, dan peningkatan kualitas pelayanan.
Kami akan terus mempromosikan potensi wisata Riau, baik secara domestik maupun internasional. Selain itu, kami juga akan fokus pada pengembangan produk wisata baru dan peningkatan kualitas destinasi wisata yang ada," tambah Roni.
Mengenai penurunan kunjungan wisman dari beberapa negara seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, Roni menjelaskan, bahwa hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan kebijakan perjalanan masing-masing negara.
"Namun, kami optimistis bahwa kunjungan wisman dari negara-negara tersebut akan kembali meningkat seiring dengan membaiknya kondisi global," kata Roni.
Roni juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan pariwisata.
"Pariwisata harus dikembangkan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial budaya," ujarnya.
Artikel Terkait
Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Balangan 2024 Digelar
Pertamina Dukung Pengembangan Pariwisata di Danau Toba
Pariwisata Lumajang Berkembang, PHRI Fokus Kenalkan Kuliner Lokal kepada Wisatawan Internasional
Keisha Aurellia dari Inhil Raih Runner Up 2 di Ajang Putri Pariwisata Indonesia 2024
Ekowisata Mangrove Sungai Liong, Inisiatif Baru untuk Memperkuat Sektor Pariwisata Bengkalis
Datang ke Riau, Turis Thailand Terpikat dengan Pariwisata dan Budaya Melayu
Palagan Night Carnival Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Warga Ambarawa
Kolaborasi Sukseskan Kenduri Riau 2024, Pariwisata Riau Semakin Menggeliat
Gairahkan Pariwisata di Teluk Tomini, Dinas Pariwisata Berbagi Desain Ekosistem Ekraf Digital
Kementerian BUMN-Kemenpar Bentuk Satgas Perkuat Integrasi Pariwisata