RIAUMAKMUR.COM - Penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan berjalan lancar jika penyebaran sekolah negeri lebih merata.
Demikian dikatakan Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Jejen Musfah, pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Selasa (12/11/2024).
"Ketidakmerataan sekolah negeri di Indonesia menyebabkan kesulitan dalam menerapkan zonasi yang bertujuan menjangkau siswa secara merata," ujarnya. Menurut Jejen, sistem zonasi sebenarnya baik tetapi perlu diimbangi jumlah sekolah yang memadai.
Baca Juga: Ujung Tombak Pelaksanaan Pilkada, Anggota KPPS Sleman Dibekali Orientasi Tugas dan Kode Etik
Selain itu, lanjutnya, praktik jual beli kursi masih sering terjadi pada PPDB.
Ini mengurangi peluang siswa yang berhak untuk mendapat akses pendidikan sesuai zonasinya.
Sebagai solusinya, Jejen mencontohkan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menggratiskan sekolah swasta pada 2025.
Menurut dia, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengatasi masalah akses pendidikan.
"Wilayah lain di seluruh Indonesia bisa menerapkan program sekolah swasta gratis ini," ujarnya. Sehingga, lanjut Jejen, pilihan untuk melanjutkan sekolah menjadi lebih luas bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Tim Siber Pungli Siap Deteksi Praktik Kecurangan PPDB SMA/SMK Negeri di Riau
Pemprov Riau Tetapkan Kuota PPDB Jalur Afirmasi Untuk 50 SMA/SMK Swasta di Riau, Ini Daftarnya
67.855 Peserta Daftar PPDB SMA/SMK Negeri Riau
Hari Ini Siswa di Pekanbaru Mulai Daftar PPDB SMP Negeri, Disdik Pastikan Website Aman
Pendaftar PPDB SMA/SMK di Riau Capai 97.638 Orang, Sore Ini Hasilnya Diumumkan
Tak Lulus PPDB, Para Calon Siswa Minati Jalur Bosda Afirmasi SMA dan SMK Swasta di Riau
PPDB SMA/SMK Swasta Jalur Afirmasi Kembali Dibuka
Baru 700 Pendaftar, PPDB Afirmasi Sekolah SMA/SMK Swasta di Riau Dibuka Hingga 10 Juli
PPDB SMA/SMK Jalur Afirmasi Sekolah Swasta Diperpanjang
PPDB SMA/SMK Negeri Riau 2024 Lebih Baik Dibandingkan Sebelumnya