RIAUMAKMUR.COM - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono, menyoroti pentingnya perhatian khusus pada kebijakan impor bawang putih. Menurutnya, impor bawang putih perlu dievaluasi agar realisasinya lebih maksimal.
Saat ini, Indonesia sangat bergantung pada impor bawang putih. Namun, realisasi impor sering kali tidak mencapai target yang diharapkan.
Edy menjelaskan, hingga minggu lalu, realisasi impor baru mencapai 71 persen. Bahkan, data dari pengusaha menunjukkan bahwa realisasi impor jarang melewati angka 80 persen.
Baca Juga: Pemira 2024/2025 Dimulai, KPR Polbeng Gelar Musyawarah Mufakat untuk Penetapan Ketua BEM dan HMJ
Hal ini bermasalah karena kuota impor dihitung berdasarkan kebutuhan dan kapasitas produksi lokal. Jika realisasi impor di bawah kuota, pasokan dalam negeri akan menurun dan harga akan naik.
Edy juga menyarankan pemberian sanksi bagi pemegang izin impor yang tidak merealisasikan impornya dengan baik. Persetujuan impor diberikan untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga setiap kuota yang dikeluarkan harus dipenuhi.
Tahun ini, pemerintah terus mendorong percepatan impor sebagai solusi jangka pendek. Saat ini, harga bawang putih rata-rata mencapai Rp42.700 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Paket Ratu-Angga Gelar Kampanye Akbar di Lapangan Galatama
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bawang putih di pekan pertama November sebesar Rp41.681 per kilogram. Besaran harga itu naik dari pekan sebelumnya yang di angka Rp41.274 per kilogram.
Artikel Terkait
Paket Ratu-Angga Gelar Kampanye Akbar di Lapangan Galatama
Pj Bupati Sumba Barat Daya Tinjau Peternakan Kalito di Desa Umbu Wango
Citra Positif ke Polri Meningkat Jadi 73,1 Persen
Pemda Diminta Maksimalkan Sumber Daya untuk Angkutan Umum
Indosat dan GoTo Luncurkan Sahabat-AI: LLM Open-Source Berbahasa Indonesia untuk Perkuat Kedaulatan Digital
Berbagi Kebahagiaan di Perayaan HUT PT KPI ke-7, Kilang Dumai Berikan Santunan Rp 75 Juta untuk Anak Yatim
Penuhi Kebutuhan Air untuk Keandalan Kilang, PT KPI Kilang Dumai dan Perumdam Tirta Dumai Bersemai Jalin Kerjasama
Pemira 2024/2025 Dimulai, KPR Polbeng Gelar Musyawarah Mufakat untuk Penetapan Ketua BEM dan HMJ
Tengku Fauzan Tambusai Dituntut Bebas, Pengacara Sebut Tidak Ada Bukti Korupsi SPPD Fiktif
Emak-emak Antusias Dengarkan Program Abdul Wahid - SF Hariyanto, Siap Tuntaskan Drainase Jalan Hangtuah