RIAUMAKMUR.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan, semua pihak termasuk orangtua harus memberikan solusi terbaik bagi anak. Terlebih jika ingin melarang anak-anak bermain gadget.
Ia mengungkapkan fenomena penggunaan gadget pada anak di Indonesia saat ini semakin masif. Menurutnya, anak-anak tidak bisa dilarang menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari jika tak dibarengi dengan solusi.
"Anak-anak kita tidak bisa dilarang untuk bermain gadget, kalau kita ingin melarang maka kita harus memberikan solusinya. ‘Oke, Nak kamu nggak boleh bermain gadget terus-terusan’ tapi kita gak ngasih solusi," kata Menteri Arifah dalam agenda Dialog Nasional Penguatan Layanan PPA, di Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Baca Juga: Kejagung Akui Ada Pegawai Kejaksaan Main Judi Online
Arifah menilai, apabila larangan main gadget tak dibarengi solusi, anak-anak akan kembali menggunakan gagdet secara diam-diam. Hal ini membuat kontrol pada anak menjadi sulit, apalagi tidak diketahui apa yang diakses dan ditonton oleh anak.
“(Anak-anak) ketika pulang sekolah, dia akan mojok di kamarnya atau bersama dengan teman-temannya. Lalu, kita ngga tahu apa yang mereka tonton,” ujarnya.
Berkaca dari kasus di Purworejo, Arifah memetik pelajaran dari kasus pemerkosaan kakak-beradik yang menimpa D (15) dan KSH (17). Kasus ini memiliki dua laporan polisi yang berbeda, hingga kini polisi menetapkan tiga tersangka.
Baca Juga: Pemira 2024/2025 Dimulai, KPR Polbeng Gelar Musyawarah Mufakat untuk Penetapan Ketua BEM dan HMJ
“Dari kasus yang ada di Purworejo, ternyata mereka nonton pornografi itu bareng-bareng. Nah ini prihatin sekali kita,” ucap Arifah.
Untuk itu, pihaknya memberikan solusi dengan cara membentuk Ruang Bersama Merah Putih yang akan digagasnya ke depan. Wadah ini sebagai tindak lanjut dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) pada periode sebelumnya.
Bedanya, kali ini Menteri PPPA akan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga serta stakeholder terkait. Guna menghadirkan fasilitas penunjang yang ada di dalam Ruang Bersama Merah Putih nanti.
“Solusi yang kami berikan di Ruang Bersama Merah Putih ini adalah menyiapkan permainan tradisional untuk anak-anak kita. Jadi mereka pulang sekolah mereka punya aktivitas di Ruang Bersama," kata Arifah.
Artikel Terkait
Paket Ratu-Angga Gelar Kampanye Akbar di Lapangan Galatama
Pj Bupati Sumba Barat Daya Tinjau Peternakan Kalito di Desa Umbu Wango
Citra Positif ke Polri Meningkat Jadi 73,1 Persen
Pemda Diminta Maksimalkan Sumber Daya untuk Angkutan Umum
Kejagung Akui Ada Pegawai Kejaksaan Main Judi Online
Berbagi Kebahagiaan di Perayaan HUT PT KPI ke-7, Kilang Dumai Berikan Santunan Rp 75 Juta untuk Anak Yatim
Penuhi Kebutuhan Air untuk Keandalan Kilang, PT KPI Kilang Dumai dan Perumdam Tirta Dumai Bersemai Jalin Kerjasama
Pemira 2024/2025 Dimulai, KPR Polbeng Gelar Musyawarah Mufakat untuk Penetapan Ketua BEM dan HMJ
Tengku Fauzan Tambusai Dituntut Bebas, Pengacara Sebut Tidak Ada Bukti Korupsi SPPD Fiktif
Emak-emak Antusias Dengarkan Program Abdul Wahid - SF Hariyanto, Siap Tuntaskan Drainase Jalan Hangtuah