KSP: Evaluasi Kebijakan DMO Minyakita Perlu Dilakukan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 15 November 2024 | 19:00 WIB
Warga membeli telur ayam dan minyak goreng saat pasar murah di Kediri Jawa Timur (Antara)
Warga membeli telur ayam dan minyak goreng saat pasar murah di Kediri Jawa Timur (Antara)

RIAUMAKMUR.COM - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono menyarankan evaluasi kebijakan terkait Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita.

Saat ini, DMO Minyakita masih bergantung ekspor minyak goreng pengusaha, sehingga membuat pasokan Minyakita kurang stabil.

"Karena sekarang DMO Minyakita dikaitkan dengan minyak goreng yang para pengusaha ekspor. Jadi untuk ke depan mungkin perlu evaluasi bagaimana caranya," ucapnya, Kamis (14/11/2024).

Baca Juga: Kejagung Akui Ada Pegawai Kejaksaan Main Judi Online

Menurutnya pasokan bisa berkurang karena volume ekspor dipengaruhi kondisi pasar internasional. Ia mengusulkan agar DMO Minyakita dikaitkan langsung dengan produksi dalam negeri. 

Hal ini kata dia bertujuan agar pasokan Minyakita tetap terjaga tanpa tergantung pada ekspor. Ia juga mengajak kementerian dan pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat minyak goreng di pekan pertama November sebesar Rp18.708 per liter. Besaran harga itu naik dari pekan sebelumnya yang di angka Rp18.591 per liter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X