RIAUMAKMUR.COM - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono menyarankan evaluasi kebijakan terkait Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita.
Saat ini, DMO Minyakita masih bergantung ekspor minyak goreng pengusaha, sehingga membuat pasokan Minyakita kurang stabil.
"Karena sekarang DMO Minyakita dikaitkan dengan minyak goreng yang para pengusaha ekspor. Jadi untuk ke depan mungkin perlu evaluasi bagaimana caranya," ucapnya, Kamis (14/11/2024).
Baca Juga: Kejagung Akui Ada Pegawai Kejaksaan Main Judi Online
Menurutnya pasokan bisa berkurang karena volume ekspor dipengaruhi kondisi pasar internasional. Ia mengusulkan agar DMO Minyakita dikaitkan langsung dengan produksi dalam negeri.
Hal ini kata dia bertujuan agar pasokan Minyakita tetap terjaga tanpa tergantung pada ekspor. Ia juga mengajak kementerian dan pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat minyak goreng di pekan pertama November sebesar Rp18.708 per liter. Besaran harga itu naik dari pekan sebelumnya yang di angka Rp18.591 per liter.
Artikel Terkait
Paket Ratu-Angga Gelar Kampanye Akbar di Lapangan Galatama
Pj Bupati Sumba Barat Daya Tinjau Peternakan Kalito di Desa Umbu Wango
Citra Positif ke Polri Meningkat Jadi 73,1 Persen
Pemda Diminta Maksimalkan Sumber Daya untuk Angkutan Umum
Kejagung Akui Ada Pegawai Kejaksaan Main Judi Online
Berbagi Kebahagiaan di Perayaan HUT PT KPI ke-7, Kilang Dumai Berikan Santunan Rp 75 Juta untuk Anak Yatim
Penuhi Kebutuhan Air untuk Keandalan Kilang, PT KPI Kilang Dumai dan Perumdam Tirta Dumai Bersemai Jalin Kerjasama
Pemira 2024/2025 Dimulai, KPR Polbeng Gelar Musyawarah Mufakat untuk Penetapan Ketua BEM dan HMJ
Tengku Fauzan Tambusai Dituntut Bebas, Pengacara Sebut Tidak Ada Bukti Korupsi SPPD Fiktif
Emak-emak Antusias Dengarkan Program Abdul Wahid - SF Hariyanto, Siap Tuntaskan Drainase Jalan Hangtuah