RIAUMAKMUR.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Huawei Indonesia dalam mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia. Dalam acara Huawei Supplier Summit 2024 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Yassierli berharap perusahaan teknologi dapat terus berperan aktif mencetak sumber daya manusia berkualitas di Indonesia, khususnya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, dukungan dari perusahaan teknologi seperti Huawei sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era digital dan menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan ekonomi dan teknologi di masa depan.
Baca Juga: Prabowo Kunjungi Presiden Peru: Kita Berkepentingan dalam Perdamaian di Kawasan Pasifik
"Huawei Indonesia telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia. Saya berharap mereka terus berinovasi dan berkomitmen dalam pengembangan talenta digital di Tanah Air," ungkap Yassierli dalam keterangan pers yang diterima InfoPublik pada Jumat (15/11/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Menaker Yassierli menyoroti kolaborasi antara Huawei dan pemerintah serta berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah berhasil melampaui target penciptaan 100 ribu talenta digital.
Melalui kerja sama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan sejumlah lembaga pendidikan tinggi, Huawei secara konsisten memberikan pelatihan dan pengembangan untuk mahasiswa dan profesional muda Indonesia dalam bidang teknologi informasi dan digital.
Baca Juga: Trump Puji Prabowo: Luar Biasa yang Anda Lakukan di Indonesia, Saya Hormat!
Program pemagangan yang diinisiasi Huawei juga mendapatkan pujian khusus dari pemerintah karena membantu meningkatkan kompetensi para mahasiswa dan lulusan di bidang teknologi, memberikan pengalaman langsung dalam industri teknologi yang pesat berkembang. "Kolaborasi ini sangat penting. Tidak hanya dalam hal pengembangan talenta digital, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi transformasi industri yang semakin terintegrasi dengan teknologi,” ujar Yassierli.
Selain kontribusi pada pendidikan dan pelatihan, Huawei juga diakui atas pemberdayaan tenaga kerja lokal di berbagai sektor. Perusahaan ini menjalin kemitraan dengan lebih dari 15 anak usaha di Indonesia, khususnya dalam industri UKM yang menciptakan sekitar 20.000 lapangan kerja baru.
Yassierli mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan apresiasi atas komitmen Huawei untuk memberdayakan tenaga kerja lokal dan memperkuat sektor ekonomi berbasis teknologi di dalam negeri.
Baca Juga: Inspirasi dari Desa, Koperasi Sawit di Siak Jadi Pelopor Pabrik Minyak Goreng
Tak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja, Huawei juga menonjol sebagai teladan dalam penerapan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dengan catatan zero accident selama sepuluh tahun berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya memprioritaskan pertumbuhan bisnis, tetapi juga kesejahteraan dan keselamatan para karyawannya.
Dalam acara tersebut, CEO Huawei, Long, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengutamakan tenaga kerja lokal.
Long juga menyampaikan bahwa Huawei berkomitmen untuk bekerja sama dalam pengembangan sektor manufaktur pintar dan inovasi industri di Indonesia. “Kami akan terus menjunjung tinggi moto Di Indonesia, untuk Indonesia, oleh rakyat Indonesia dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kemajuan Indonesia,” kata Long.
Artikel Terkait
Bawaslu Bekasi Bakal Libatkan Masyarakat Awasi Hari Tenang
Jalur Pendakian Senaru Lombok Ditutup Sementara
Bantuan Rumah Layak Huni dari Baznas dan TNI AU Sentuh Hati Warga Pekanbaru
Menkomdigi akan Jadi Pembicara di World Public Relations Forum 2024 di Bali
Diduga Terlibat Kasus PT Duta Palma, Mahasiswa Inhu Desak Kejati Tangkap Eks Bupati
Inspirasi dari Desa, Koperasi Sawit di Siak Jadi Pelopor Pabrik Minyak Goreng
Polres Inhil Gelar Doa Bersama Demi Pilkada Damai 2024
Dekranasda Riau Gelar Lomba Motif Tenun dan Batik, Zuliana: Ini Identitas dan Potensi Ekonomi
Trump Puji Prabowo: Luar Biasa yang Anda Lakukan di Indonesia, Saya Hormat!
Prabowo Kunjungi Presiden Peru: Kita Berkepentingan dalam Perdamaian di Kawasan Pasifik