RIAUMAKMUR.COM - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, H. Sudirman memberikan apresiasi terhadap pandangan umum yang disampaikan oleh Fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna terkait Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran (TA) 2025.
Rapat tersebut berlangsung pada Selasa (19/11/2024), di Ruang Rapat DPRD Provinsi Jambi, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz.
Dalam kesempatan tersebut, Pjs Gubernur Jambi, H.Sudirman menanggapi berbagai masukan dari fraksi-fraksi DPRD, salah satunya terkait realisasi Participating Interest (PI) 10 persen yang diharapkan bisa terwujud pada 2025.
Baca Juga: Buka Workshop, Budi Santosa Harapkan Kritik dan Saran Terkait Pelaksanaan Pembangunan di Kobar
Meskipun belum dimasukkan dalam RAPBD 2025, Sudirman menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya agar PI 10 persen bisa terealisasi.
“Kesepakatan dengan BUMD Jabar berakhir pada Desember 2024, yang berarti target pencairan PI akan tercapai pada bulan tersebut. PI akan masuk melalui BUMD, baru kemudian pemerintah menerima devidennya,” jelas Sudirman.
Beberapa fraksi DPRD Provinsi Jambi juga memberikan pandangan yang konstruktif terkait RAPBD 2025.
Baca Juga: Sasar Pasar Ekspor, BI Riau Fasilitasi Business Matching UMKM dengan Buyer Singapura dan Malaysia
Fraksi Golkar menilai APBD merupakan instrumen yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah dan meningkatkan pelayanan publik.
Fraksi ini juga menekankan pentingnya peningkatan Elektronifikasi transaksi dan optimalisasi sistem informasi keuangan daerah untuk efisiensi pengelolaan pendapatan.
Fraksi Nasdem meminta agar pembahasan APBD 2025 dilakukan dengan hati-hati, mengingat tahun 2025 merupakan tahun transisi kepemimpinan daerah. Mereka menyarankan agar kebijakan dan program yang disusun dapat mengakomodir perubahan yang akan terjadi.
Baca Juga: Polresta Banda Aceh Komitmen Berantas Narkoba Lewat Program KBN
Fraksi PPP memberikan apresiasi terhadap alokasi anggaran yang berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor strategis lainnya. Mereka berharap kebijakan anggaran berbasis kinerja dapat terus ditingkatkan.
Fraksi Gerindra menekankan pentingnya penyesuaian anggaran yang efisien dan efektif, serta pengawasan yang ketat terhadap program-program prioritas, agar anggaran benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jambi.
Pandangan umum dari berbagai fraksi ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Semua pihak sepakat bahwa RAPBD 2025 harus mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada hasil yang nyata.
Artikel Terkait
DKP3 Kabupaten Balangan Hadirkan Outlet Pangan untuk Tekan Laju Inflasi
Polresta Banda Aceh Komitmen Berantas Narkoba Lewat Program KBN
Buka Workshop, Budi Santosa Harapkan Kritik dan Saran Terkait Pelaksanaan Pembangunan di Kobar
Sasar Pasar Ekspor, BI Riau Fasilitasi Business Matching UMKM dengan Buyer Singapura dan Malaysia
Menyoroti Program 3 Juta Rumah Baru yang Pakai Sitaan Koruptor, Intip 3 Fakta Menarik dari Menteri PKP hingga BUMN
Perseteruan Artis vs Pengacara! Ini 3 Fakta Soal Perseteruan Denny Sumargo dan Farhat Abbas yang Saling Lapor ke Polisi
Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Saat Kunjungan Luar Negeri, Intip Sederet Hal yang Mulai Diterapkan di Indonesia
Tak Ingin Lesu di Kandang Sendiri, 3 Momen Manis Ini Jadi Pelecut Semangat Thom Haye Jelang Laga Kontra Arab Saudi
South Outside Music Fest Bawa Line Up Gila yang Bakal Guncang Semarang! Ada Endank Soekamti hingga SHA
Kisah Inspiratif: Pendiri TikTok Ini Ternyata Dulunya Karyawan Biasa, Kini Masuk Daftar Orang Kaya di Dunia